Rabu, 16 Desember 2009

Nutrisi untuk Mata Bercahaya


Selama ini mata di anggap remeh pada sebagian orang, dan jarang sekali dapat asupan gizi yang cukup setiap hari, padahal tanpa mata kita tidak bisa melihat yang indah-indah dan tidak dapat berbuat banyak tanpa mata, Cukupilah nutrisi bagi tubuh dan mata anda, jangan tunggu sampai mata bermasalah, di sini gw akan kasih infonya tentang nutrisi untuk mata, semoga bermanfaat.
Selain pancaran sinar matahari, hal lain yang dapat merusak lensa mata adalah cahaya televisi dan komputer. Sinar dan cahaya itu adalah sinar biru yang dapat merusak lensa mata.
Sinar biru adalah sinar yang memiliki panjang gelombang antara 400-500 nm pada spektrum sinar yang masih dapat diterima mata. Bila terus terakumulasi, sinar ini bisa menyebabkan kerusakan dan menimbulkan luka fotokimia pada retina mata. Bahaya sinar biru dapat dicegah dengan asupan nutrisi yang cukup.
Nutrisi yang baik melindungi kesehatan lensa mata adalah lutein dan zeaxanthin. Sinar UV menimbulkan sejumlah besar radikal bebas, memicu katarak, degenerasi makular, bahkan kanker. Lutein memperkuat kemampuan memerangi radikal bebas.
Studi dan penelitian epidemiologi memperlihatkan bahwa lutein melindungi daerah makular dari sinar UV, sedang zeaxanthin dapat menyaring sinar UV, melindungi mata dari kerusakan yang lebih besar.
Karena itu, lutein membantu melindungi mata, terutama retina mata dari kerusakan dengan cara memfilter sinar biru. Lutein juga berperan sebagai antioksidan dengan cara menetralkan radikal bebas.
Lutein adalah suatu kelompok senyawa karotenoid alami yang terdapat pada ASI, sayuran berwarna hijau, dan buah-buahan. Pada tubuh, lutein juga dijumpai pada makular. Karena tubuh tidak dapat mensintesis lutein, setiap hari kita harus mensuplai nutrisi ini, yang bisa didapat dari makanan, terutama sayuran berwarna hijau.
Makular berada ditengah-tengah retina dan bersebelahan dengan lensa mata. Makular merupakan daerah kecil yang mengandung jutaan sel yang membantu menghasilkan penglihatan yang tajam untuk membaca atau melihat objek dengan jelas.
Penelitian yang dilakukan oleh Chitchumroonchokchai dan koleganya pada tahun 2004 di Ohio State University menunjukkan bahwa lutein dan zeaxanthin dapat melindungi sel lensa manusia dari paparan sinar UV, yang merupakan penyebab utama terjadinya penyakit katarak.
Mereka juga membandingkan aktivitas antioksidan lutein dan zeaxanthin dengan vitamin E. Hasilnya, lutein dan zeaxanthin menunjukkan aktivitas 10 kali lebih tinggi dibandingkan dengan vitamin E dalam melindungi sel lensa dari kerusakan akibat sinar ultraviolet (UV).
Kelompok senyawa karotenoid lain yang ternyata memiliki kemampuan untuk melindungi makular dari paparan sinar UV adalah astaxanthin. Kemampuan antioksidan dan antiinflamasi senyawa astaxanthin dapat memberikan efek perlindungan mata dari sinar UV.
Hingga kini, aktivitas antioksidan dari senyawa lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin memberi jawaban mekanisme terjadinya peningkatan kesehatan mata. Radikal bebas yang berasal dari sinar UV atau cemaran udara, masuk ke mata dan mengakibatkan terjadinya reaksi oksidasi molekul-molekul rentan pada lensa mata.
Molekul tersebut adalah protein dan lemak yang menyusun lensa mata. Efek dari oksidasi ini menyebabkan rusaknya protein atau lemak pada lensa mata. Sejalan dengan bertambahnya usia dan terakumulasinya tekanan radikal bebas, protein dan lemak yang rusak tersebut akan semakin besar jumlahnya. Itulah yang membuat penglihatan kabur dan lama-kelamaan menjadi buta.
Lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin menangkap radikal bebas (radical scavenger activity) dengan cara berikatan dengannya sebelum radikal-radikal tersebut merusak protein atau lemak lensa mata. Dengan kata lain lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin bisa disebut sebagai protektor lensa mata terhadap serangan radikal bebas.
Karotenoid banyak ditemukan pada sayuran berwarna kuning-jingga seperti wortel, sayuran hijau seperti brokoli, dan buah-buahan berwarna merah dan kuning-jingga, seperti tomat, arbei, semangka, dan mangga.
Jadi dengan mengonsumsi sayuran dan buah-buahan secara teratur, kita dapat memenuhi kebutuhan lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin setiap hari. Yang jelas, efek lain konsumsi sayuran dan buah adalah meningkatkan asupan sera

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar