Minggu, 29 September 2013

Diet Alkalin, Bikin Langsing & Penuh Energi



Ada banyak cara untuk menurunkan berat badan. Tahun 2013 ini, Alkaline Diet atau diet alkaline menjadi salah satu jenis diet yang makin populer dan seolah memberikan cara baru untuk langsing yang lebih menjanjikan. Metode ini tidak hanya menjaga tubuh tetap proporsional tapi juga bermanfaat untuk mencegah penyakit lainnya.

Program diet baru ini seperti menggabungkan semua program diet sukses yang berhasil diterapkan oleh sejumlah selebritas seperti Victoria Beckham, Kristen Dunst, Gwyneth Paltrow, dan juga buku-buku resep best-seller.

Dirilis baru-baru ini oleh Honestly Healthy Alkaline Programme, diet alkaline lebih menekankan pada konsumsi makanan yang tetap menjaga pH tubuh di level normal 7,35 sampai 7,45. Khasiatnya selain menjaga bentuk tubuh juga berkhasiat mengatasi persoalan insomnia, mood, dan ingatan, keseimbangan hormon dan daya tahan tubuh, serta menguatkan rambut, kuku, dan gigi.

Bagaimana dan apa saja bentuk program diet ini?

Diet alkalin berangkat dari pandangan akan kandungan alkalin di dalam darah. Teorinya, semua makanan yang dikonsumsi seperti daging, pasta, atau nasi dengan kandungan asam tinggi akan mengganggu keseimbangan alkalin (pH tinggi), dan itu bisa memicu naiknya berat badan.

Ahli nutrisi Dr Elisabeth Phillips mengungkapkan bahwa yang paling penting dalam program diet adalah keseimbangan. Bukannya Anda harus menghindari semua jenis makanan yang mengandung asam, tapi mengurangi porsinya menjadi lebih sedikit. Makanan yang mengandung gula, alkohol, dan yang merupakan makanan olahan pabrik dianjurkan untuk dihindari. Sebagai gantinya, pilih makanan sehat seperti buah dan sayur.

Tujuan dari diet alkalin ini adalah 70 persen makanan alkalin, dan 30 persen makanan asam. Jadi penghitungannya tidak lagi berapa jumlah kalori yang dimakan tapi berdasar jenis makanannya. Ahli nutrisi dan diet Sam Perkins mengatakan, diet jenis akalin ini tidak lantas menghalangi orang untuk makan makanan tertentu, tapi lebih pada kebiasaan mengonsumsi asupan bernutrisi untuk jangka hidup yang lebih panjang.

Hasil dari upaya diet ini akan tampak kentara dan dapat dirasakan terutama dari peningkatan energi, lalu berat badan dan kulit menjadi lebih sehat. Mengonsumsi makanan yang mengandung alkalin ini selama sebulan akan membuat stamina dan energi terasa bertambah, di samping itu juga membuat kulit lebih terjaga dari tanda-tanda penuaan.

Dengan mengonsumsi jenis makanan tertentu yang bersifat alami, tubuh akan menurunkan jumlah kalori yang ada, dan berarti turut menjaga berat badan tetap ideal. Bagi yang mengalami kelebihan berat badan akan terjadi penurunan karena menjadi lebih sehat.

Dalam diet alkalin ini, makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi di antaranya buah dan sayuran, serta mengurangi makanan yang mengandung banyak gula. Bisa dibilang mendekati gaya hidup semi vegetarian.

Dengan alkaline diet, Anda akan memperoleh kekebalan tubuh yang lebih baik. Proses penuaan pun dapat diperlambat. Apalagi, mengonsumsi makanan bersifat basa dipercaya dapat membuat gigi dan gusi menjadi lebih sehat. Namun, semua manfaat tersebut belum dibuktikan secara ilmiah.

Bagaimanapun juga, jangan berlebihan melakukan diet ini. Makanan bersifat asam tetap diperlukan, misalnya lemak dan minyak tertentu yang mengandung asam lemak esensial. Karena dapat menjaga kekebalan dan menyehatkan sel tubuh, disarankan komposisi 80:20 untuk makanan bersifat basa banding makanan bersifat asam.

Apa saja makanan yang bersifat asam, dan mana saja yang bersifat basa? Sebenarnya terdapat salah kaprah di masyarakat awam. Selama ini, makanan yang terasa asam dianggap dapat membentuk efek asam pula dalam tubuh. “Padahal yang dimaksud adalah pengaruh makanan setelah tertelan (bukan di lidah, red.),” ujar ahli gizi klinis, Dr. Nupur Krishnan.

Makanan 'asam' menambahkan ion hidrogen ke dalam tubuh, sehingga tubuh semakin bersifat asam. Sebaliknya, makanan alkaline justru menghilangkan ion hidrogen sehingga dapat mengurangi kadar asam dalam tubuh.

Inilah daftar makanan asam dan basa:

Asam:
Jagung, lentil, zaitun, kentang, lemak hewan, minyak nabati, oat, beras, gandum, daging sapi, ayam, domba, tiram, lobster, susu, mentega, keju, es krim, margarin, gula, saus salad botolan, pemanis buatan, dan cuka masak.

Basa:
Brokoli, wortel, kembang kol, mentimun, terung, bawang putih, tomat, asparagus, bayam, kelapa, apel, aprikot, alpukat, pisang, blackberry, jeruk Bali, anggur, lemon, jeruk nipis, muskmelon, jeruk, almond, air putih, teh herbal dan teh hijau, minyak zaitun, minyak flax seed, cuka apel, molasses, rempah, sirup maple dan madu organik.

Sumber : detik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar