Kamis, 28 Mei 2009

Tak Ada Kata Terlambat untuk Berhenti Merokok

New York, Rabu
Banyak orang berasumsi, perokok berusia lanjut mungkin tak akan memperoleh manfaat bila mereka menghentikan kebiasaan merokok. Namun studi terbaru mengungkapkan, tidak akan pernah terlambat untuk berhenti merokok.
Laporan mengenai studi tersebut dimuat dalam American Journal of Health Promotion edisi Juli/Agustus. Dr. David M. Burns dari the University of California di San Diego's School of Medicine mengungkapkan, ketika banyak individu di lingkungan sosial kita dapat hidup lebih lama, sejumlah besar perokok yang berusia di atas 60 tahun akan meminta perawatan kesehatan dan akan memperoleh manfaat dari usaha menghentikan kebiasaan merokok.
"Ini adalah sebuah populasi dimana usaha pencegahan seharusnya tidak boleh diacuhkan begitu saja," tambah Dr Burns.
Burns juga mengatakan bahwa perokok berusia lanjut bisa sehat kembali setelah berhenti merokok dan akan mendapat beberapa manfaat yang menyehatkan, meskipun tentunya tidak secepat atau secara signifikan seperti perokok muda yang berhenti.
Burns mencatat, risiko kanker paru akan menurun ketika perokok berhenti setelah usia 60 tahun, tetapi penurunan tersebut tidak seperti yang menghentikan kebiasaan merokok ketika berusia muda.
Selain itu, merokok di atas usia 60 akan menyebabkan kerusakan yang bersifat kumulatif. Menurut laporan, sekitar 70 persen orang yang meninggal setiap tahun akibat hal-hal yang berhubungan dengan merokok, seperti kanker paru, penyakit jantung dan penyakit paru-paru kronis lainnya, adalah orang yang berusia di atas 60 tahun.
Burns mengungkapkan, perokok tua yang mengidap kerusakan paru-paru, tidak dapat memulihkan kerusakan tersebut, namun mereka bisa mencegah komplikasi yang lebih parah. (OH/ac)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar