Minggu, 21 Februari 2010

PARKOUR INDONESIA DI DADAKU

Tanggal 21.02.2010 gw terbangun dari tidur, dan gw lihat jam di handphone masih jam 03.00 dini hari, gw kedapur untuk ambil segelas air putih dan setelah minum gw mencoba tidur kembali, tapi hampir 20 menit entah kenapa gw masih blm bisa tertidur, gak bisa berbuat banyak gw mencoba nonton tv dan mudah-mudahan bisa tertidur kembali, beberapa kali mengganti channel tv dan acara di tv tidak ada yang bagus, setelah semua cara tadi gw coba untuk bisa membuat tertidur kembali, jalan terakhir gw dengan mendengarkan music classic dan membaca buku tapi cara ini juga tidak berhasil, padahal ini hari Minggu jadwal latihan parkour bersama teman-teman jam 08.00, jika tidur gw kurang bisa gak maksimal nanti latihannya.
Apa mau di kata gw juga belum bisa tertidur sampai jam 04.00, akhirnya gw menyalakan computer dan keluarlah ide untuk menulis note ini tentang progress gw yang kemarin telah gw lakukan, apa progress yang telah gw lakukan? Sebentar lagi teman-teman semua akan mengetahuinya dan mudah-mudahan tidak bosan membaca note gw ini, silahkan di simak.
Jumat tanggal 19.02.2010 gw sudah janji dan merencanakan kepada diri gw sendiri bahwa besok pada hari Sabtu tanggal 21.02.2010 jam 05.00 subuh, gw akan lari dengan rute dari rumah gw yaitu Ampera-Stasiun Kota, pulang dari kantor setelah sampai di rumah gw menyiapkan semuanya, mulai dari hydra pack, celana training dan baju yang nyaman, serta sepatu sudah gw siapkan semuanya, dan yang terakhir gw set alarm di handphone jam 04.30. dan setelah semuanya siap kali ini gw tidur agak sore yaitu jam 21.00, tidak lupa berdoa dan gw sudah membulatkan hati agar besok harus bangun pagi dan siap berjuang.
Karena tidur sore, gw terbangun justru sebelum alarm berbunyi yaitu jam 04.15, bangun dan merebus 2 telur, 1 untuk sarapan sebelum lari dan 1 lagi untuk santapan setelah sampai di tujuan, setelah selesai mandi telur sudah siap di santap dan di bawa. Semuanya selesai hanya tinggal memakai sepatu tapi ada satu hal yang masih bikin gw bimbang, antara membawa uang serta KTP, bawa atau tidak ya? hati gw bertanya sendiri, akhirnya langsunglah dibenak gw berfikir, uang tidak perlu dan KTP juga tidak perlu, karena air dan telur sudah gw bawa maka yang perlu hanya tekad dan semangat gw, jadi intinya apapun yang terjadi gw sudah siap menerima semua resiko yang gw lakukan, ijin dengan istri dan mencium 2 anak gw yang masih tertidur pulas Karla dan Axl lalu berdoa dan langsung cabut, stopwatch dan mp3 telah gw nyalakan, lagu pertama yang menemani start lari gw yaitu lagu flow Real story dari Parkour Rusia, cuaca pada pagi ini sangat indah dan cerah karena tidak hujan hanya saja udara pada pagi itu sangat menusuk tulang, kira-kira gw lari sudah 2km dan gw masih belum bertemu orang dijalan yang lewat pada waktu itu, hanya mobil dan motor itupun masih bisa dihitung dengan jari.
Melewati jalan menanjak pertama dan siap-siap sprint, gw sudah tahu jika jalan tersebut memang jalan yang paling curam tapi hanya bisa di lewati 1 mobil saja, jika ada mobil lain yang mau lewat ada polisi cepeknya, tapi anehnya kok jam segini sudah ada ya? rajin bener nih orang? Padahal mobil masih sangat jarang sekali, entah berapa lagu yang sudah gw dengarkan, lagu ramstein sengaja gw upload paling banyak di mp3 gw karena bitratenya tinggi dan membuat lari gw selalu semangat, tiba dan sampai di bundaran senayan pak polisi sudah ada untuk bersiap-siap dan mengatur lalu lintas, persis melewati pak polisi dan gw berkata “pagi pak..!” tapi apa yg gw dapat? Pak polisi tersebut sepertinya masih bau bantal dan gw tidak dapat ucapan balik, biarlah yang penting lari gw tetap lanjut dan tujuan gw masih sangat jauh sekali.
Rasa bosan gw hilang karena digantikan oleh spot-spot yang bagus di jalan sudirman, walau hanya beberapa kali vaulting dengan spot yang tidak terduga yang ada di depan gw, berfikir cepat dan adaptasi dengan lingkungan sekitar sangatlah penting, karena jika salah perhitungan yang ada justru akan mencelakai diri sendiri, oleh sebab itu hal utama yaitu berfikir cepat dan segi keamanan harus di aplikasikan di manapun, seperti di rumah, lingkungan kerja, sekolah, kampus, apalagi dijalan seperti ini, walaupun gw masih seumur jagung mempelajari parkour tapi ada banyak hal dan ilmu yang bisa gw pakai selain harus lompat, vaulting, berlari, memanjat, dll, bagi gw parkour itu lebih dari segalanya, parkour bagi gw pribadi adalah kehidupan. Sedotan pertama gw dari hydra pack karena biasanya jika lari pada saat traffic jam yang pernah gw alami sebelumnya setiap berapa kilo gw harus minum, karena udara yang panas dan dehidrasi sangat mengganggu sekali, tapi kali ini beda, dari pertama start lari sampai di bundaran Hotel Indonesia baru 1 kali ini minum, karena memang udaranya masih dingin dan dehidrasi belum terasa. Banyak sekali orang-orang yang naik sepeda mulai dari sepeda ontel jaman jepang sampai sepeda balap yang rombongan lewat persis disebelah kanan gw, gw memang sengaja lari di bibir trotoar selalu karena untuk melatih sinkronasi antara otak dan tubuh hasilnya adalah keseimbangan, sudah cukup lama gw berlari tapi tidak menemukan satupun orang yang lari kearah yang sama kecuali gw sendiri, masih belum melihat stopwatch di handphone telah berapa lama gw berlari dan gw merasa lari gw memang masih dibilang sangat normal, karena masih belum terasa tersiksa dan perkiraan gw mungkin sekitar 1 jam lebih.
Gw sudah sampai di Monas dan gw belum pernah merasakan indahnya mentari terbit persis di sebelah kanan gw, sayangnya gw tidak bisa mengabadikan moment tersebut, gw cuma bisa merasakan sensasi dan sudut pandang yang berbeda melihat matahari terbit jika sebelumnya melihat matahari terbit dari atas gunung dan pantai dan kali ini benar-benar pengalaman yang indah sekali, karena sebelum tiba pada siang hari Jakarta masih sangat indah dan bebas dari polusi jika tiba pada siang hari Jakarta sudah berubah total dan tidak seindah ini lagi, setelah melewati Monas dan matahari sekarang sudah berada agak sedikit ke atas dan telah bersinar terang, sampai di jalan Gajahmada gw minum yang kedua kalinya, dan udara sudah mulai panas serta orang-orang sudah mulai melakukan aktifitasnya masing-masing walaupun ini hari Sabtu tetap saja di daerah kota dan sekitarnya tidak pernah berhenti melakukan aktifitas, inilah roda kehidupan manusia yang terus berputar dan waktu tidak akan pernah berhenti.
Setelah melewati berbagai lingkungan di jalan, gw baru merasakan lelah dan kaki ini sudah tidak bisa di angkat lagi, tapi semangat gw untuk tetap berlari terus masih belum padam, penasaran sudah berapa lama gw lari dan gw melihat stopwatch ternyata sudah 2 jam lebih 2 menit, inilah moment yang gw tunggu-tunggu di mana otak dan tubuh gw sudah saling menolak untuk bekerja sama, gw tetap berusaha lari terus dengan semangat dan tekad yang gw punya, semakin kaki gw sangat berat sekali untuk di angkat semakin gw lawan pikiran itu, benar-benar belum pernah merasakan tersiksa seperti ini, naik gunung pun tidak sampai tersiksa seperti ini. Gw mencoba membuang semua pikiran yang tadi dengan mencoba berfikir hal lain yaitu mengingat orang-orang yang gw cintai, mulai dari keluarga, teman, dll, karena teringat akan ucapan Chris “Blane” Rowat jika dia sudah tidak mampu lagi untuk melakukan hal yang berat atau berlatih keras coba pikirkan orang yang kamu cintai dan semuanya yang kamu lakukan itu adalah untuk orang yang kamu cintai. Dari kata-kata itu gw mendapat semangat yang lebih lagi, dan akhirnya gw tetap berlari terus walaupun jalan di depan masih sangat panjang sekali.
Masih dengan semangat yang tidak padam dan masih terasa tersiksa sekali, kecepatan lari gw makin menurun tapi gw tidak mau berhenti sampai disini, di depan kira-kira 20 meter adalah Museum Arsip Nasional, setelah tiba di sebelah kiri gw adalah gedung arsip tersebut kok banyak sekali orang yang berolahraga ya? Yang makin gw bingung kenapa orang-orang lari di bundaran pancuran tersebut ya? Padahal diameter pancuran air tersebut hanya 100 meter dan itupun sudah di penuhi dengan orang yang berolahraga, apa tidak ada sarana olahraga yang lebih layak di daerah sini ya? Sampai-sampai museum untuk sarana olahraga di penuhi seperti ini, otak gw berputar dan mencari tahu kenapa di sini sangat minim sarana olahraga? Oh… gw dapat jawabannya, memang di daerah sekitar sini sangat jarang sekali untuk sarana berolahraga nya, yang di tingkatkan di daerah sini adalah tempat-tempat berbisnis seperti hiburan malam diskotik, karaoke, pijat, spa, toko dll, pemerintah daerah sini sudah terlalu enak dengan fasilitas yang ada tersebut, mungkin karena alasan yang sangat tepat sih? Hiburan malam justru lebih banyak menghasilkan uang daripada sarana olahraga. Itulah alasannya tepatnya dan tidak heran jika di Jakarta ini banyak sekali kejahatan dan kriminal daripada orang-orang dengan tubuh yang sehat dengan otak yang sehat pula.
Terlepas dari pikiran negative tersebut, kaki gw merasakan ada yang lecet dan sangat perih sampai-sampai dengan melangkahkan kaki sangat tidak nyaman sekali, gw sudah gak sanggup lagi dan gw harus berhenti, tapi di balik keringat dan kesengsaraan gw ini sangat banyak sekali ide-ide positif yang ada. Di depan kira-kira 5 kilo lagi adalah glodok tapi gw benar-benar sudah tidak sanggup lagi, dengan mengambil nafas dalam dan perlahan gw buang lewat mulut dengan mengeluarkan suara teriakan “Huuhhhhh..!!” sampai-sampai orang yang ada di situ menengok ke gw,
Mendapat nyawa dan kekuatan lagi dari teriakan tersebut gw masih tetap berlari walaupun kaki ini sudah lecet dan kecepatan lari gw makin berkurang, di depan kira-kira 500 meter adalah glodok, aroma dupa yang sangat menyengat dan keramaian tukang dagang serta orang lalu lalang di jalan adalah ciri khas kota glodok, walaupun ada jembatan penyebrangan tetap saja tidak ada yang memakainya.
Makin mendekati glodok makin terlihat di depan adalah museum fatahilah, ada satu pemandangan yang tidak lazim di depan gw, entah tukang dagang apa sampai-sampai pembelinya ngantri panjang sekali, setelah persis sampai di sebelah kiri ternyata tukang mie ayam, hahahaha.. tertawa dalam hati, pagi-pagi seperti ini sarapan mie ayam? Sangat-sangat bagus sekali buat perut dan mereka tidak sayang kepada diri mereka sendiri. 1 kilo lagi museum fatahilah dan semakin terlihat jelas pemandangannya, sprint terakhir gw walaupun kaki sudah perih dan yeahhhh……!!!! Akhirnya sampai juga di museum fatahilah, alhamdulilah…!!!! Cari tempat untuk bersantai dan beristirahat, baju gw sudah basah seperti di guyur hujan dan gw buka baju tidak peduli di sekitar banyak sekali orang. Gw hanya ingin beristirahat sejenak untuk mengeringkan baju dan sarapan. Buka sepatu dan kaki gw lecet parah. Kebeneran matahari sudah sangat menyengat tapi jam segini masih sangat bagus untuk berjemur, gak peduli dengan sekitar dan orang-orang yang ada di sekeliling yang penting gw gak mengganggu mereka yang ada. Gw berjemur di bawah sinar matahari dan sudah seperti di pantai saja, dengan sangat indahnya gw telah di sini yaitu museum fatahilah, jam 08.30 menikmati telur rebus yang gw bawa dari rumah dan air putih serta sinar matahari yang hangat merupakan pengalaman yang sangat tidak gw lupakan, karena semua itu gw nikmati dengan cara yang berbeda yaitu dengan cara gw sendiri. Air di hydra pack gw minum sehemat mungkin karena gw gak bawa uang, dan perjalanan pulang masih menunggu di depan. Kira-kira setengah jam gw beristirahat baju gw sudah agak kering dan bagian kaki gw yang lecet sudah di plester dan siap melanjutkan perjalanan pulang dengan berlari lagi, inilah resiko yang harus gw tempuh lagi karena gw tidak membawa uang sepeser pun, dalam perjalanan pulangnya sama menderitanya justru lebih menderita pulangnya di bandingkan berangkatanya, karena rasa lelah dan panas akan lebih terasa lagi nantinya. Dengan hanya bermodalkan semangat, tekad dan baju berlogo “Parkour Indonesia” yang tepat didada gw, inilah semangat gw berikutnya untuk melewati berbagai rintangan yang ada di depan gw. Sorry teman-teman jika perjalanan pulangnya gak gw tulis detail di sini karena akan sangat panjang sekali note ini, tapi perjalan pulangnya tidak ada yang istimewa, menderita iya, setelah sampai di rumah jam 11.15 gw di sambut hangat oleh keluarga, anak-anak gw menyambut dengan senyuman manisnya, dan istri gw menyambut dengan rasa kangennya.
Tidak terasa sudah jam 05.15 pagi dan gak sadar gw sudah menulis note sepanjang ini tentang progress gw, dan ini hari Minggu gw harus datang ke senayan untuk sharing ilmu kepada teman-teman seperti biasa, istirahat sebentar dan dengan kaki yang masih berat serta mata yang terlihat lelah gw tetap semangat untuk tetap berangkat seperti biasa. Sampai bertemu di next destination yaitu kota Bogor. SEMANGAT…!!!

Total lari yang telah gw hitung yaitu 52km dalam waktu kira-kira 6 jam, lari nonstop dengan kecepatan konstan untuk mengatur endurance di tubuh kita, semoga progress yang gw dapat akan bermanfaat buat diri gw sendiri dan orang lain nantinya.

Dedicated for : alm. Bokap gw dan kakek gw.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar