Senin, 10 Agustus 2009

The story of my life

Gw Hendry Hilmawan di lahirkan di Jakarta pada tanggal 25 Oktober 1982 dari keluarga militer. saudara gw dari keluarga besar Polisi, Almarhum bokap gw dari Angkatan Laut, gw anak ke empat dari enam bersaudara, dan gw anak kesayangan dari bokap gw. Sebelumnya almarhum bokap pernah mau masukin gw sekolah militer, tapi gw berkata lain, entah kenapa gw benci sekali militer, tapi tidak dengan bokap gw.
Bokap gw banyak sekali kasih ilmu ke gw. Mulai dari disiplin ala militer, latihan fisik, cara bertahan hidup di hutan, dan masih banyak lagi ilmu yg gw dapat dari bokap gw. Setelah gw menolak untuk masuk militer bokap tidak marah ke gw, malah dia justru mendukung apa yg mau gw lakukan, selagi masih positif katanya. Dan bokap malah justru membebaskan gw untuk bergaul ke mana saja dan kepada siapa aja. Cuma satu pesennya ke gw jangan terbawa arus walaupun gw bergaul dengan parampok, penodong, pembunuh, ambil positifnya saja. Tapi yg gw heran dari bokap gw adalah semua anak2nya tidak boleh menyentuh yg namanya rokok apalagi menghisapnya, secara memang bokap gw tidak merokok juga.
Entah kenapa di antara ke enam bersaudara cuma gw yg suka olahraga extreme. Mulai dari SD gw sudah yg paling aktif dalam berolahraga. Pertama kali gw mencoba adalah roller blade. Berlanjut beberapa tahun berikutnya gw coba Skate Board. Beranjak gw SMP mencoba Dragrace. Makin dewasa di tahun 2004 gw menekuni Motocross dan gw sangat menikmati Motocross, beberapa tahun ternyata jenuh dan bosen juga main di mesin karena cuma mengandalkan mesin dan duduk di kuda besi saja, dan sempat cidera juga di kaki gw. Pada akhirnya secara tidak sengaja gw ketemu dengan orang2 Climbing di Ragunan, dan gw langsung mencoba, ternyata gw merasakan sensasi dan adrenalin yg lebih beda lagi dari olahraga lainnya, mental dan fisik gw ternyata lebih di gembleng lagi di sini. Sudah beberapa tahun tidak terasa gw menekuni Climbing dan menjadi rutinitas gw di setiap minggu pagi pada saat itu.
Lewat beberapa tahun gw vacum tinggalin climbing karena masalah keluarga. Pada waktu itu bokap gw blm almarhum dan gw sudah keluar dari rumah, gw mencari kehidupan dan makan sendiri tanpa menyusahkan orang tua gw. Entah berapa tahun gw lewati malam2 dingin tanpa ada keluarga dan tidur gw pun di mana saja, mulai di pinggir jalan di depan toko dan di manapun itu yg penting gw bisa memejamkan mata. Dan gw pun mencari pekerjaan yg sesuai dengan keahlian yg gw miliki untuk bertahan hidup. Akhirnya pertama kali terpikir di benak gw utk pinjam gitar sama temen untuk ngamen di lampu merah, dengan suara yg pas2an dan modal nekat gw ngamen di lampu merah di daerah menteng, ternyata lumayan menghasilkan dan bisa untuk bertahan hidup, gw pun terus mencari pekerjaan yg lebih baik lagi. Semua pekerjaan sudah gw coba. Setelah beberapa tahun gw lewati masa sulit hidup di jalan, akhirnya gw mendapatkan pekerjaan yg gw suka yaitu di bidang computer. Dan gw pun akhirnya pulang untuk membuat orang tua gw senang setelah beberapa tahun tidak pulang.
Di tahun 2006 bulan September gw menikah, setelah bertemu dengan wanita pada pandangan pertama di salah satu warnet di daerah selatan, dan beberapa bulan pacaran kami pun mendapat restu dari orang tua masing2. Dan sekarang sudah di karuniai 2 orang anak. Anak pertama bernama Karla Nafatri Artaria Hilmawan dan anak kedua bernama Axl Pradipa Hilmawan. Sebelum bokap gw almarhum dia sudah menyiapkan nama jauh2 hari waktu pas dia lagi di rawat di rumah sakit yaitu ”Nafatri Artaria Himalini” dan dengan persetujuan bokap gw akhirnya ada yg gw tambahkan dan diganti menjadi “Karla Nafatri Artaria Hilmawan”, nama yang dari bokap gw dan yang dari gw sama2 bermakna dan menyimpan kekuatan, jika nama dari bokap gw “Nafatri Artaria Himalini” yg di ambil dari gunung Himalaya dan dari tiga kehidupan alam yaitu air,udara, dan tanah. Di tambahkan nama dari gw “Karla” yang artinya kuat dan nama belakang gw yaitu “Hilmawan” jika di gabungkan nama yang dari bokap gw dan gw menjadi “Karla Nafatri Artaria Hilmawan” perpaduan yang sangat kuat. dan nama anak kedua gw “Axl Pradipa Hilmawan” yang artinya, “Axl” semua orang pasti sudah tahu vokalis band rock asal Amerika Guns n’ roses, “Pradipa” lelaki yang bersinar, dan “Hilmawan” nama belakang gw. Dan gw sangat bahagia sekali sudah di karuniai 2 anak yang pintar dan lucu2. Tidak ada yang bisa menggantikan kebahagiaan ini selain keluarga. Sempat putus asa karena umur 6 bulan si Axl harus operasi usus karena penyumbatan, terus berdoa dan berdoa Tuhan pun masih melindungi anak gw dan sekarang sangat sehat dan bandel sekali. Terima kasih Tuhan.
Sudah beberapa tahun tidak berolahraga setelah punya anak gw mencoba dtg ke ragunan utk climbing, ternyata sudah tidak ada orang yg climbing lagi di sana. Karena gw suka sekali dengan climbing, gw mencoba browsing untuk mencari tempat climbing di Jakarta, dan akhirnya gw langsung dapat website nya dan ada contact personnya juga, gw coba telpon dan datang di daerah Jakarta selatan yang tepatnya di Pasar Festival Kuningan. Gw kenalan dengan instrukturnya yaitu “Panji”
Entah sudah berapa lama gw climbing di Pasar Festival dan gw tidak penah bosen pada olahraga ini. Pada waktu Minggu pagi seperti biasa gw climbing dan gw melihat ada beberapa orang sedang berlari dan loncat ke sana-sini di yg masih area Pasar Festival. Gw sudah menyangka dan tahu itu pasti yang seperti di film “Yamakasi”, kebeneran gw ud pernah nonton dan tahu film tersebut, dan gw coba menghampiri salah satu dari orang tersebut yang sedang berlatih. Gw kenalan sama yang namanya “Fadli” dia salah satu pendiri dari komunitas di Jakarta yg namanya “Parkour”. Gw pun langsung ikut gabung dan latihan bersama mereka, kebeneran tempat latihan mereka juga satu area di tempat gw climbing. mencoba beberapa gerakan yg di ajarkan oleh Fadli, ternyata asik dan seru juga tapi capek banget. pertama kali gw memang masih asal lompat sembarangan saja, tidak peduli itu bahaya atau nanti cidera, gw sadar di parkour butuh fisik dan stamina yang bagus utk melakukan gerakan2 tersebut, setelah gw tahu apa arti parkour itu sebenarnya, dan gw mencoba mencari tahu terus di internet tentang apa itu parkour,filosofi dan sejarahnya. Banyak sekali yang gw dapat dari internet tentang parkour. Pada akhirnya gw terus menekuni dan mencoba berlatih fisik secara benar dan bertahap, beberapa tahun melakukan latihan fisik yang benar karena mendapat motivasi dari seorang pendiri parkour yaitu “David Belle” pria berkebangsaan “Prancis”. Akhirnya tanpa meninggalkan climbing sekarang parkour sudah menjadi bagian dalam hidup gw. Kenapa climbing tidak gw tinggalkan? Karena bagi gw climbing dan parkour adalah saling melengkapi dan tidak bisa di pisahkan.
Dan sekarang di tahun 2009, karena gw sudah mendalami filosofi dan gw punya motivasi, gw berlatih parkour untuk selamanya. Gw ingat David Belle yg sudah susah payah menciptakan parkour untuk kita semua, dan gw juga ingat perkataan almarhum bokap gw, “Jangan pernah menyerah”. Setiap berlatih gw ingat David Belle, dan dari kata2 bokap gw menjadi motivasi gw untuk tetap semangat terus, dan sekarang gw harus menekuni yg gw suka, dan gw tidak mau mengecewakan David Belle serta bokap gw, harapan gw semoga semua orang dapat sehat selamanya dengan parkour dan menjaga dari filosofi parkour. Banyak sekali yang sudah gw dapat di parkour, antara lain : disiplin, kesabaran, kecepatan, keseimbangan, mental, fisik, stamina, dan konsentrasi.Parkour cintaku saat ini dan selamanya dan terima kasih kepada yang sudah menciptakan parkour “Davis Belle” motivasi gw yg selalu membuat semangat yaitu “Hendry Handoko” Bokap gw, untuk “Fadli” tanpa ada loe gw gak akan pernah tahu apa itu parkour, untuk semua teman teman traceur/traceusse yang selalu semangat dalam berlatih. Untuk traceur dari seluruh kota yang pernah latihan bersama dan ilmunya, untuk kita semua “Komunitas Parkour Indonesia” sukses terus dan semangat terus, gw masih semangat seperti dulu selalu kurang dan kurang dalam berlatih.
Tidak lupa kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melindungi kita selalu dalam berlatih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar