Kamis, 09 Juli 2009

Kinerja IQ (Intellegent Quantity) dan EQ (Emotional Quantity)

1. Pendahuluan
Kita sering kali mendengar kata "bodoh". Apakah orang yang kita katakan bodoh, memang bodoh? Apa itu pengertian bodoh sesungguhnya?
Sesungguhnya di dunia ini tidak ada yang bodoh. Mengapa? Karena kapasitas otak manusia dengan manusia lain adalah sama dan tetap. Bedanya hanya pada penggunaan kapasitas tersebut. Jadi, semua manusia sesungguhnya sama pintar dan sama "bodoh"nya. Hanya bedanya, pada penggunaan kepintaran dan kinerja otak. Kinerja otak yang mendukung ada tiga, namun pada terapannya hanya ada dua yang lazim. Mari kita bahas.

2. Permasalahan
Manusia yang cerdas adalah manusia yang memanfaatkan IQ dan EQ, sedangkan manusia yang pintar hanya memanfaatkan IQ. So, manusia pintar belum tentu cerdas, namun manusia cerdas pasti pintar. Nah, mana yang anda pilih cerdas apa pintar?
Permasalahan sering kali muncul pada "bagaimana menjadi manusia yang cerdas?" Jawabannya simple sekali namun rumit untuk dilaksanakan, manfaatkanlah IQ dan EQ.

3. IQ (Intellegent Quantity)
Memuat tentang kemampuan memori otak dan penghafalan. IQ mencakup semua yang berisi tentang talenta, pemikiran, rumus-rumus, logika, dan lain-lain yang bersifat memorial. Karena bersifat memorial, IQ dapat berubah-ubah dari masa ke masa. IQ bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor yakni :
- Usia
- Lingkungan
- EQ
- Keturunan
- Kondisi tubuh (kesehatan)
Nah, kebanyakan manusia beranggapan bahwa IQ merupakan kunci kepintaran. Hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

4. EQ (Emotional Quantity)
Memuat tentang perasaan manusia. EQ mencakup sifat, kepribadian, emosi, perasaan, dan hal-hal yang bersifat emosi. Karena bersifat emosi, EQ sulit berubah sesuai dengan kepribadian. EQ bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni :
- Pergaulan dan sosialisasi
- Kondisi
- Budaya
Nah, kebanyakan manusia beranggapan EQ tidak terlalu penting. Namun, fakta mengatakan EQ sangat penting.

5. Kombinasi IQ dan EQ
Bagaimanakah bila IQ seseorang tinggi namun EQnya jongkok? ada beberapa kemungkinan terjadi :
- Dia pintar namun tidak pernah menonjolkan dirinya (pemalu)
- Dia menjadi penjahat dan memanfaatkan kepintarannya untuk kejahatan (ex : terorisme)
- Pasif dan tidak pernah berkembang.
Mengerikan bukan?
Bagaimanakah bila IQ seseorang jongkok namun EQnya tinggi? ada beberapa kemungkinan terjadi :
- Sangat Pede namun ngomong ga karuan.
- Berani menonjolkan diri di depan umum, namun bingung apa yang harus ditonjolkan.
- Sok berlagak, namun tidak ada skill
Memalukan bukan?
Namun, bagaimanakah IQ dan EQ tinggi? Ini sangat banyak kemungkinan :
- Pintar dan aktif
- Berani menonjolkan diri dengan segala kemampuannya
- Berani menentang suatu kebijakan yang salah
- Tidak takut pendapatnya dibantah orang
- dll.

IQ dan EQ harus berkombinasi agar menciptakan keharmonisan dalam diri manusia. IQ gampang ditingkatkan, yang jadi permasalahan hanya EQ.

Cara meningkatkan IQ adalah
- Banyak membaca dan menghafal
- Hindari minuman keras
- Sering menghitung
- Kursus
- Mengembangkan diri

Simple bukan?

Namun, cara meningkatkan EQ adalah
- Sering-seringlah relaksasi, bisa menggunakan metode meditasi, yoga, Chikung, t'ai Chi, dan hypnosis.
- Harus bisa mengendalikan diri.
- Jangan kalah dengan emosi.
- Kalau anda marah dan ingin menghentikannya. Caranya adalah saat marah tariklah nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan-lahan. Dijamin marah hilang entah kemana.
- Belajar menghargai diri sendiri dengan menyenangi apa yang kita perbuat.
dll.
Rumit ya?

6. Kesimpulan
Manusia dikatakan bodoh bukan karena IQnya namun karena kombinasi IQ dan EQ yang belum tepat. Kombinasi kinerja IQ dan EQ sangat mendukung pengembangan pribadi seseorang. Manusia yang cerdas adalah manusia yang sukses mengombinasikan IQ dan EQnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar