Kamis, 09 Juli 2009

Bernafas perlahan banyak manfaatnya

Terkadang sehabis olahraga atau bekerja di depan komputer, saya memejamkan mata terus bernafas dengan perlahan-lahan, rasanya enak sekali. Nyessstt sampai ke otak. Enak memang klo kita bernafas secara perlahan-lahan. Rasanya rileks banget. Kadang kalo susah tidur saya juga mencoba cara ini, dan biasanya langsung tertidur. Namun disamping semua itu ternyata ada manfaat lain yang dapat diperoleh bila kita bernafas secara perlahan.

“Apa sih manfaat bernafas dengan perlahan pada tubuh kita? ”

Para ilmuwan di National Institute of Health telah mengajukan sebuah teori yang bisa jadi sebuah penemuan sensaional. Para ilmuwan ini meyakini kalau bernafas memegang kunci dalam rahasia keteraturan tekanan darah. Menurut teori yang mereka luncurkan, seseorang dapat terhindar dari resiko tekanan darah tinggi secara significant dengan menurunkan sejumlah hirupan dan hembusan nafas per menit selama periode kecil setiap hari. Seseorang yang menghirup dan menghembuskan nafas lebih dari sepuluh kali dalam semenit dalam jumlah terbatas dianggap mencapai hasil yang bagus.

Namun, masalah ini masih dalam penelitian. Para spesialis baru-baru ini melakukan pengumpulan bukti untuk mendukung penemuan mereka. Sebuah alat khusus dibuat untuk mendukung penelitian ini. Benda ini membantu para pasien yang menderita tekanan darah tinggi guna belajar cara bernafas dengan perlahan. Hasil dari studi ini melibatkan peralatan yang betul-betul mengesankan. Tekanan darah dari para pasien yang biasanya berkisar anatara 10 menit sehari selama dua bulan berkurang rata-rata antara 10 hingga 15 poin.

Para ilmuwan ini menemukan kalau bernafas dengan perlahan, teratur dan dalam-dalam mengarahkan pada relaksasi dan pengembangan denyut jantung. Namun, para ilmuwan menyimpulkan kalau perlengkapan tersebut tak cukup memadai untuk menghasilkan efek utama dan panjang. “Dalam sebuah cara, ini masih seperti ‘kotak hitam’,” ujar Dr. William Jay Elliot yang memimpin penelitian.

Sementara itu, serangkaian tes pada hewan dilakukan untuk menemukan hubungan antara bernafas dan metabolisme, dimana memiliki pengaruh pada tekanan darah. Sudah diketahui secara luas bahwa seseorang merekam efek kuat dari stress dalam keseharian. Stress memicu percepatan nafas lebih dari biasanya secara refleks. Sebagai hasilnya, setiap nafas membawa sejumlah besar oksigen ke dalam darah. Proses tersebut memiliki efek menguntungkan pada aktivitas otak. Disisi lain, terlalu banyak oksigen dalam darah menghalangi kemampuan ginjal menyaring sodium dari tubuh. Sementara sodium berperan penting dalam pengaturan tekanan darah.

“Jika Anda melewatkan banyak waktu dibalik meja dan mengkonsumsi makanan yang meningkatkan isi garam, ginjal Anda akan kurang efisien untuk memindahkan zat garam tersebut dari tubuh Anda, Anda dapat memperbaiki situasi ini dengan melakukan jalan-jalan secara teratur di hutan (tempat yang banyak tetumbuhan-red),” ujar Dr. David Anderson yang melakukan penelitian hubungan antara hipertensi dan tingkah laku manusia.

Memang, teknik pernafasan ini belum terbukti efektif akan dapat membantu melawan gagal jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan dan banyak lagi penyakit lain yang disebabkan oleh hipertensi. Namun dengan penelitian yang terus dilakukan, diharapkan teknik pernafasan ini dapat jadi obat mujarab bagi hipertensi yang selama ini dianggap penyakit yang cukup mematikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar