Hari ini tanggal 22 Desember 2009, gw dapat pelajaran yang sangat berharga dari tubuh gw, kali ini kesabaran gw kalah di dalam diri gw sendiri, gw salah besar dan gw gak respect kepada tubuh gw, sebelumnya pada hari Jumat tanggal 27 November 2009 yang kebeneran long weekend gw berangkat ke bandung untuk jamming di sana, bersama teman-teman dari Jakarta dengan mengendarai sepeda motor, seperti biasa sampai di bandung gw nginep di tempat anak parkour bandung “Randy”. Setelah istirahat malamnya, dan paginya hari Sabtu tanggal 25 November 2009 kita semua cek spot di ITB, semua spot di sana terlihat sangat menggoda, parkour vision pun langsung menerawang ke semua spot dan tidak sabar untuk flow. Setelah kita semua cek spot sekarang waktunya untuk mencoba ke berbagai titik untuk flow, sudah lumayan lama mencoba spot disini dan sekarang kita pindah tempat tapi masih di dalam area sekitar ITB, maklum saja ITB memang surganya kalau buat flow dan melatih teknik, wow.. teman dari bandung baru saja melakukan gap jump to cat leap yang jaraknya lumayan jauh dan bawahnya lumayan tinggi, iya nanti gw harus coba karena gw yakin gw bisa, karena sebelumnya gw juga pernah melakukan hal yang sama dan bagi gw itu sangat melatih mental block.
Tapi sebelumnya gw mau mencoba precision ringan dulu untuk pemanasan, karena tadi memang kita gak ada pemanasan dan memang dari berangkat rencananya hanya cek spot saja, besok Minggu baru kita latihan bareng, karena gak sabar menunggu ya akhirnya kita tetap nyobain flow dan beberapa teknik, ok gw sudah siap untuk mencoba precision pertama di spot sini, jaraknya tidak terlalu jauh tapi precision dari atas ke bawah dan tujuannya hanya selebar 1 (satu) bata, huhh… membuang nafas dan tenangkan pikiran supaya gw memikirkan hanya di satu tujuan yaitu di titik yang telah gw pikirkan, pas gw lompat dan landingnya pun sudah benar, tapi apa yang terjadi? gw terpeleset kedepan dan kaki kanan gw masuk ke bawah paha kiri, serentak tiba-tiba anak-anak gak ada yang bersuara karena gw gak bangun lagi pas gw jatuh, gw masih tergeletak di bawah dan di bantu oleh anak-anak untuk meluruskan kaki gw, disangkanya kaki gw telah patah oleh anak-anak, sekitar 1 menit tersa nyeri di angkle, akhirnya gw berdiri dan anak-anak langsung senyum kembali, tapi masih terasa nyeri di angkle. Sorenya gw langsung ke tukang urut di bandung supaya tidak terlalu parah besoknya, setelah merasakan sakit yang amat sangat, kata tukang urutnya ankle gw bergeser dan harus di istirahatkan dulu sampai sembuh sekitar 1 bulan.
Berarti sekarang sudah 1 bulan lebih angkle injury dan sudah ada kemajuan, karena gw sudah bisa lari tapi belum bisa sprint, seperti biasa hari ini hari Senin rutin ke hall senam/gymnastic, kebeneran ada Randy dan Ulie dari bandung mau ikut latihan disana. Kita bisa sharing teknik lagi nih.. Setelah mulai pemanasan gw yang pimpin lari sekitar 4 putaran dan di lanjutkan dynamic conditioning oleh Edmund, selesai dynamic conditioning kali ini kita langsung sesi play/bebas. Di mana seperti biasanya kita latihan fisik dulu baru play, porsi pertama gw upper body, Pull up, muscle up, dll. Selesai upper body gw langsung mencoba teknik dan flow, angkle gw gak masalah selagi tidak terlalu berat dan tidak lompat tinggi. Melihat Randy kong to precison gw mencoba dan beberapa kali berhasil, karena porsinya memang masih tahap wajar, setelah bosen mencoba precision yang tadi sekarang Randy mencoba kong to precision tapi sudah tidak dalam tahap wajar, pertama dan kedua Randy tidak berhasil tapi setelah beberapa kali akhirnya berhasil, dan anak-anak pun teriak semua, wowww… gw pernah melakukannya hal yang sama juga sebelum Randy berhasil, tapi sekarang posisi angkle gw masih dalam penyembuhan dan tidak boleh yang berat-berat dulu. Teman-teman belum ada satupun yang dapat, gw harus mencoba..!! dalam hati gw bicara, tapi gw belum siap karena angkle gw masih injury. Masa bodo gw harus mencoba, akhirnya 2 kali mencoba nyaris berhasil dan yang ketiga kalinya posisi landing di obstacle salah karena waktu pas lompat power yang ada di kaki gw push banget dan akhirnya waktu pas lompat terasa sakit sekali, alhasil kaki kanan gw pas landing tumitnya menabrak obstacle dan gw gak bisa bangun, temen-temen menyangka gw bercanda padahal gw serius gak bisa bangun, rasanya seperti di potong kakinya.. dan dari situ gw dapat pelajaran yang sangat berharga sekali, kesabaran gw kali ini kalah oleh negative thinking. Gw gak respect kepada tubuh gw sendiri padahal gw sudah tahu gw lagi injury dan gw harus istirahat total di ankle. Atas kejadian ini gw sangat menyesal sekali dan tidak akan gw ulangi lagi, sekarang gw mencoba pengobatan sendiri dengan cara yang pernah gw pelajari yaitu metode RICE. Untuk 3 bulan kedepan atau sampai angkle gw sembuh total baru gw banyakin latihan lower body lagi. Semoga dapat di ambil hikmahnya dari note ini, buat yang lain ingat respect your body, jangan seperti gw ok. I’ll BE BACK SOON…!!
Senin, 21 Desember 2009
Inspired by Injury (penyembuhan)

RICE yang berarti:
Rest
Ice
Compression
Elevation
RICE dibutuhkan untuk membatasi rasa sakit, pendarahan, dan pembengkakan di sekitar sendi ankle. Pembengakan terjadi dengan lambat, pertama-tama nampak kecil, tetapi seiring berjalannya waktu, akan membesar di sekitar sendi dan membatasi pergerakan dan mengganggu proses rehabilitasi.
Orang yang cedera seharusnya segera berhenti berolahraga atau total REST di ankle, karena jika masih beraktifitas apalagi beban di ankle terlalu dan berat hanya akan meningkatkan pendarahan dan pembengkakan.
ICE harus segera dibalutkan pada area yang sakit. Es seharusnya dibalutkan tiap jam, selama 15 menit, pada empat jam pertama. Penggunaan es dilanjutkan setiap empat jam sekali sampai 24 - 48 jam ke depan.
COMPRESSION dapat meminimalisir pendarahan dan pembengkakan. Kompres dilakukan dengan menggunakan perban elatis. Jika pembengkakan mengakibatkan perban menjadi lebih erat maka harus segera dikendurkan.
ELEVATION pada ankle sangat penting dan seharusnya lebih atas dari posisi jantung dan dilakukan sesering mungkin selama 48 jam pertama. Perlakuan ini mengurangi aliran darah ke ankle. Nasehat petugas medis dapat digunakan untuk memperkirakan seberapa parah cedera pada ligamen dan mengantisipasi terjadinya keretakan tulang.
Proses penyembuhan
Dibutuhkan program rehabilitasi menyeluruh sehingga orang tersebut dapat kembali berolahraga seperti semula dan mencegah cedera yang lebih parah lagi. Fisioterapi merupakan bagian penting dari prosedur rehabilitasi. Fisioterapis akan memperkirakan seberapa parah cedera, dan merawat ligamen dan sendi, dengan tujuan memperoleh kembali pergerakan ankle yang normal, mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Tindakan ini mungkin melibatkan pemijatan ligamen, mobilisasi, peregangan ankle, latihan kekuatan, latihan keseimbangan, penggunaan teknik terapi elektro seperti ultrasonik, dan pengikatan atau penahanan sendi yang terluka.
orang tersebut dapat kembali berolahraga ketika sudah dapat melompat, berlari ke depan, belakang, samping, arah angka delapan, dan mempunyai kemampuan untuk mengubah arah lari secara cepat tanpa rasa sakit. Sekali pemain kembali bermain, pengikatan atau penahanan ankle mungkin masih diperlukan sebagai pembantu keseimbangan ankle yang secara signifikan masih lemah karena cedera yang baru saja diderita. Sekali terjadi cedera ankle, maka ankle tersebut akan empat kali lebih rawan terhadap cedera yang sama. Oleh karena itu, penyokongan ankle menggunakan pengikat merupakan cara yang ideal untuk membantu mencegah cedera yang lebih parah.
Tips
Untuk melatih kembali sel-sel yang ada pada ankle, berdiri dengan kaki yang cedera, peroleh keseimbanganmu sambil menutup kedua mata, dan pertahankan selama mungkin. Ketika sudah dapat melakukan hal tersebut, lanjutkan dengan melakukan lompatan kecil, melompat dan mendarat dengan kedua mata tertutup.
Rabu, 16 Desember 2009
Nutrisi untuk Mata Bercahaya

Selama ini mata di anggap remeh pada sebagian orang, dan jarang sekali dapat asupan gizi yang cukup setiap hari, padahal tanpa mata kita tidak bisa melihat yang indah-indah dan tidak dapat berbuat banyak tanpa mata, Cukupilah nutrisi bagi tubuh dan mata anda, jangan tunggu sampai mata bermasalah, di sini gw akan kasih infonya tentang nutrisi untuk mata, semoga bermanfaat.
Selain pancaran sinar matahari, hal lain yang dapat merusak lensa mata adalah cahaya televisi dan komputer. Sinar dan cahaya itu adalah sinar biru yang dapat merusak lensa mata.
Sinar biru adalah sinar yang memiliki panjang gelombang antara 400-500 nm pada spektrum sinar yang masih dapat diterima mata. Bila terus terakumulasi, sinar ini bisa menyebabkan kerusakan dan menimbulkan luka fotokimia pada retina mata. Bahaya sinar biru dapat dicegah dengan asupan nutrisi yang cukup.
Nutrisi yang baik melindungi kesehatan lensa mata adalah lutein dan zeaxanthin. Sinar UV menimbulkan sejumlah besar radikal bebas, memicu katarak, degenerasi makular, bahkan kanker. Lutein memperkuat kemampuan memerangi radikal bebas.
Studi dan penelitian epidemiologi memperlihatkan bahwa lutein melindungi daerah makular dari sinar UV, sedang zeaxanthin dapat menyaring sinar UV, melindungi mata dari kerusakan yang lebih besar.
Karena itu, lutein membantu melindungi mata, terutama retina mata dari kerusakan dengan cara memfilter sinar biru. Lutein juga berperan sebagai antioksidan dengan cara menetralkan radikal bebas.
Lutein adalah suatu kelompok senyawa karotenoid alami yang terdapat pada ASI, sayuran berwarna hijau, dan buah-buahan. Pada tubuh, lutein juga dijumpai pada makular. Karena tubuh tidak dapat mensintesis lutein, setiap hari kita harus mensuplai nutrisi ini, yang bisa didapat dari makanan, terutama sayuran berwarna hijau.
Makular berada ditengah-tengah retina dan bersebelahan dengan lensa mata. Makular merupakan daerah kecil yang mengandung jutaan sel yang membantu menghasilkan penglihatan yang tajam untuk membaca atau melihat objek dengan jelas.
Penelitian yang dilakukan oleh Chitchumroonchokchai dan koleganya pada tahun 2004 di Ohio State University menunjukkan bahwa lutein dan zeaxanthin dapat melindungi sel lensa manusia dari paparan sinar UV, yang merupakan penyebab utama terjadinya penyakit katarak.
Mereka juga membandingkan aktivitas antioksidan lutein dan zeaxanthin dengan vitamin E. Hasilnya, lutein dan zeaxanthin menunjukkan aktivitas 10 kali lebih tinggi dibandingkan dengan vitamin E dalam melindungi sel lensa dari kerusakan akibat sinar ultraviolet (UV).
Kelompok senyawa karotenoid lain yang ternyata memiliki kemampuan untuk melindungi makular dari paparan sinar UV adalah astaxanthin. Kemampuan antioksidan dan antiinflamasi senyawa astaxanthin dapat memberikan efek perlindungan mata dari sinar UV.
Hingga kini, aktivitas antioksidan dari senyawa lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin memberi jawaban mekanisme terjadinya peningkatan kesehatan mata. Radikal bebas yang berasal dari sinar UV atau cemaran udara, masuk ke mata dan mengakibatkan terjadinya reaksi oksidasi molekul-molekul rentan pada lensa mata.
Molekul tersebut adalah protein dan lemak yang menyusun lensa mata. Efek dari oksidasi ini menyebabkan rusaknya protein atau lemak pada lensa mata. Sejalan dengan bertambahnya usia dan terakumulasinya tekanan radikal bebas, protein dan lemak yang rusak tersebut akan semakin besar jumlahnya. Itulah yang membuat penglihatan kabur dan lama-kelamaan menjadi buta.
Lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin menangkap radikal bebas (radical scavenger activity) dengan cara berikatan dengannya sebelum radikal-radikal tersebut merusak protein atau lemak lensa mata. Dengan kata lain lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin bisa disebut sebagai protektor lensa mata terhadap serangan radikal bebas.
Karotenoid banyak ditemukan pada sayuran berwarna kuning-jingga seperti wortel, sayuran hijau seperti brokoli, dan buah-buahan berwarna merah dan kuning-jingga, seperti tomat, arbei, semangka, dan mangga.
Jadi dengan mengonsumsi sayuran dan buah-buahan secara teratur, kita dapat memenuhi kebutuhan lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin setiap hari. Yang jelas, efek lain konsumsi sayuran dan buah adalah meningkatkan asupan sera
Selasa, 15 Desember 2009
Kunyit Sebagai Penguat Daya Ingat (ANTI ALZHEIMER)

Kunyit (Curcuma domestica) me-rupakan salah satu jenis tanaman obat yang banyak memiliki man-faat, di antaranya sebagai bumbu masak (terutama kare), pewarna makanan, minuman, tekstil dan kosmetik. Tanaman ini telah di-kenal sejak lama di Indonesia dan penggunaannya cukup banyak dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat pola hidup dewasa ini yang cenderung moderen dengan gejala serba instan, menjadikan penyakit yang berkembang di masyarakat juga beragam. Dalam sepuluh tahun terakhir, banyak penyakit yang mencuat di masya-rakat di antaranya aids, kanker, flu burung dan bahkan gejala pikun dini. Kondisi ini membuat masyarakat mulai berfikir untuk mencari pengobatan alternatif secara konvensional di samping pengobatan moderen. Salah satu tanaman obat yang berpeluang sebagai pengganti pengobatan kimiawi yang dapat memperlam-bat datangnya penyakit pikun adalah kunyit. Penggunaan ta-naman ini biasanya berupa bubuk atau tepung kunyit yang diracik ke dalam bumbu masak.
Rimpang kunyit sangat ber-manfaat sebagai antikoagul-an, menurunkan tekanan darah, obat cacing, abat asma, pe-nambah darah,obat sakit perut, diare, usus buntu dan rematik. Selain ber-khasiat dalam pengobatan, rimpang kunyit juga banyak digunakan untuk bahan pewarna, bahan campuran kosmetika, bakterisida, fungisida dan stimulan.
Kunyit untuk mencegah Alzheimer
Penyakit Alzheimer adalah sejenis penyakit pikun yang umum terjadi pada manusia yang mulai memasuki usia tua (manula). Secara alamiah, pikun biasa terjadi pada setiap orang karena kondisi fisik otak menurun. Namun pikunpun dapat di-perlambat datangnya dengan meng-gunakan kunyit dalam bentuk bum-bu kare. Kunyit sebagai bahan bumbu kare yang banyak dipakai dalam berbagai resep masakan dirasakan dapat mempertahankan kualitas otak hingga usia lanjut. Salah satu bukti adalah manula yang berada di negara-negara Asia tetap memiliki ingatan baik di usia lanjut karena mereka rajin mengkonsumsi bumbu kare.
Hasil penelitian Dr. Tze-Pin Ng dari Universitas Nasional Singapura (NUS) pada 1.010 manula berusia 60 tahun sampai 93 di tahun 2003, menunjukkan bahwa manula yang rajin mengkonsumsi bumbu kare memiliki daya ingat yang lebih tinggi dibandingkan mereka jarang atau yang tidak pernah sama sekali. Hal ini mungkin akan membuat kita penasaran dan ingin tahu. Ternyata rahasianya terletak pada zat pewarna kuning (kurkumin) yang terdapat di dalam rimpang kunyit yang diguna-kan dalam membuat bumbu kare tersebut. Kurkumin pada kunyit me-miliki fungsi yang sangat penting dalam mengobati berbagai jenis penyakit karena senyawa tersebut dapat berfungsi sebagai anti tumor promoter, antioksidan, anti mikroba, anti radang dan anti virus. Selain itu kurkumin pada kunyit ternyata juga berperan dalam meningkatkan sistem imunitas tubuh.
Tepung kunyit yang akan di-jadikan bahan racikan bumbu kare dapat dibuat dari umbi kunyit yang telah dikeringkan. Ditinjau dari segi kemudahannya, umbi yang telah di iris lalu dikeringkan, akan lebih mudah digiling untuk dijadikan tepung. Di negara-negara konsumen seperti Amerika Serikat dan Inggris, tepung kunyit digunakan secara langsung sebagai bumbu pewarna makanan,dan bahan baku pembuatan oleoresin. Di India, tepung kunyit merupakan salah satu bahan dasar untuk pembuatan bumbu kare (curry powder) yang merupakan campuran homogen dari berbagai jenis tepung kunyit.
Dengan rutin mengkonsumsi bumbu kare, akan dapat menurunkan resiko serangan penyakit Alzheimer yang bisa menyebabkan pikun total karena kondisi fisik otak yang terus menurun. Namun jangan salah, pada penggunaan yang berlebihan pun bagi orang lanjut usia dapat menim-bulkan efek sakit perut, gangguan hati atau ginjal.Dari hasil kesimpulan para pe-neliti yang dilaporkan dalam American Journal of Epidemiologi Edisi 1 November 2006, menyatakan bah-wa bumbu kari sangat berpotensi mencegah alzheimer karena dilihat dari kemanjurannya dan tidak bera-cun. Hasil penelitian ini merupakan bukti pertama yang menunjukkan hubungan antara konsumsi kare dengan kemampuan kognitif otak.
Sosok tanaman
Kunyit (Curcuma domestica Vahl.) merupakan tanaman obat asli dari Asia Tenggara dan telah dikembangkan secara luas di Asia Selatan, Cina Selatan, Taiwan, Fili-pina dan tumbuh dengan baik di Indonesia. Tanaman tumbuh tegak mencapai tinggi 1,0 - 1,5 m. Memiliki batang semu yang dililit oleh pelepah-pelepah daun. Daun tanaman runcing dan licin dengan panjang sekitar 30 cm dan lebar 8 cm. Bunga muncul dari batang semu dengan panjang sekitar 10 - 15 cm. Warna bunga putih atau putih bergaris hijau dan terkadang ujung bunga berwarna merah jambu. Bagian utama dari tanaman adalah rimpangnya yang berada di dalam tanah. Rimpang ini biasanya tumbuh menjalar dan rimpang induk biasanya berbentuk ellips.
Lingkungan tumbuh
Kunyit dapat tumbuh dengan baik pada ketingggian 0 - 1.200 m di atas permukaan laut. Adaptasi ta-naman sangat baik pada iklim panas sampai sedang dengan kelembaban tinggi. Tanah yang cocok untuk tanaman kunyit adalah tanah yang subur, gembur, mengandung banyak humus dan berdrainase baik. Untuk memperoleh pertumbuhan yang opti-mal, sebaiknya kunyit memperoleh bulan basah sekitar 4 - 6 bulan se-belum gugurnya daun. Untuk pem-bentukan rimpang sangat dibutuhkan cahaya matahari yang cukup.
Fitokimia rimpang kunyit
enyawa kimia utama yang ter-kandung di dalam rimpang kunyit adalah minyak atsiri dan kurkumi-noid. Minyak atsiri mengandung senyawa seskuiterpen alkohol, tur-meron dan zingiberen, sedangkan kurkuminoid mengandung senyawa kurkumin dan turunannya (berwarna kuning) yang meliputi desmetoksi-kurkumin dan bidesmetoksikurku-min. Selain itu rimpang juga mengandung senyawa gom, lemak, protein, kalsiun, fosfor dan besi.
Hati-Hati, Diet Bisa Menurunkan Daya Ingat.
Bagi sebagian orang, khususnya kaum perempuan, diet dianggap sebagai cara ampuh untuk menurunkan berat badan. Tapi, tahukah anda jika diet ketat ternyata justru dapat menimbulkan efek buruk bagi daya ingat orang yang melakukannya.
Holly Taylor, seorang professor dari Tufts University, Massachusetts menyatakan, kekurangan karbohidrat sangat berdampak pada memori otak seseorang, dan menyebabkan orang mudah lupa.
Seperti dilansir Times of India, Minggu (14/12/2008), Taylor melakukan penelitian terhadap sejumlah perempuan berusia 22 hingga 55 yang melakukan diet selama sepekan. Setelah melakukan diet, para perempuan itu kemudian melakukan sebuah tes uji kemampuan daya ingat. Hasilnya, kemampuan responden menjadi berkurang dibandingkan sepekan sebelum berdiet karbohidrat.
“Penelitian ini menunjukkan bahwa apa yang kita makan setiap hari ternyata berpengaruh dengan kemampuan memori. Rendahnya konsumsi karbohidrat sangat berpotensi menurunkan daya pikir dan kesadaran seseorang,” ujar Taylor.
Menurut Taylor, tubuh sangat membutuhkan karbohidrat untuk diubah menjadi glukosa yang sangat dibutuhkan bagi aktivitas otak. Meskipun protein yang diubah menjadi glikogen juga mampu membeikan nutrisi bagi otak, tapi glikogen tak dapat berfungsi seefektif glukosa.
Dapat disimpulkan, orang melakukan diet dengan mengurangi karbohidrat akan sedikit menghasilkan glukosa, akibatnya sistem kerja otak pun menjadi menurun.
Holly Taylor, seorang professor dari Tufts University, Massachusetts menyatakan, kekurangan karbohidrat sangat berdampak pada memori otak seseorang, dan menyebabkan orang mudah lupa.
Seperti dilansir Times of India, Minggu (14/12/2008), Taylor melakukan penelitian terhadap sejumlah perempuan berusia 22 hingga 55 yang melakukan diet selama sepekan. Setelah melakukan diet, para perempuan itu kemudian melakukan sebuah tes uji kemampuan daya ingat. Hasilnya, kemampuan responden menjadi berkurang dibandingkan sepekan sebelum berdiet karbohidrat.
“Penelitian ini menunjukkan bahwa apa yang kita makan setiap hari ternyata berpengaruh dengan kemampuan memori. Rendahnya konsumsi karbohidrat sangat berpotensi menurunkan daya pikir dan kesadaran seseorang,” ujar Taylor.
Menurut Taylor, tubuh sangat membutuhkan karbohidrat untuk diubah menjadi glukosa yang sangat dibutuhkan bagi aktivitas otak. Meskipun protein yang diubah menjadi glikogen juga mampu membeikan nutrisi bagi otak, tapi glikogen tak dapat berfungsi seefektif glukosa.
Dapat disimpulkan, orang melakukan diet dengan mengurangi karbohidrat akan sedikit menghasilkan glukosa, akibatnya sistem kerja otak pun menjadi menurun.
Bahaya terlalu lama duduk
Duduk dalam jangka waktu lama bisa membunuh seseorang secara perlahan. Peneliti menyebutnya sebagai 'sitting disease' atau penyakit duduk. Penyakit ini diperkirakan akan semakin meningkat di masa depan dan kelak bisa mengancam kesehatan manusia.
Berdasarkan poling yang dilakukan Institute for Medicine and Public Health terhadap 6.300 orang, diketahui bahwa rata-rata orang Amerika menghabiskan waktu 56 jam dalam seminggu hanya untuk duduk. Penyakit duduk kini kian mengancam manusia modern.
"Tubuh manusia yang terbentuk sejak jutaan tahun lalu berkembang untuk melakukan satu hal, yaitu gerakan. Sebagai makhluk hidup, kita berevolusi untuk bisa berdiri tegak. Lingkungan kita sebenarnya menuntut aktivitas fisik," kata James Levine, MD, PhD,dari Mayo Clinic, Rochester seperti dilansir New York Daily News, Rabu (16/12/2009).
"Tapi hari ini teori itu semakin menurun. Semuanya karena teknologi yang membuat manusia menjadi makhluk malas. Kehidupan yang serba elektronik telah menggantikan semua aktivitas fisik sehari-hari manusia," tambah James.
Menurut Marc Hamilton, PhD, profesor biomedis dari University of Missouri, metabolisme tubuh akan terganggu saat duduk dalam jangka waktu lama. "Setelah duduk berjam-jam, tubuh akan mulai mematikan tingkatan metabolismenya, menurunkan sirkulasi dan sedikit membakar kalori," ujar Hamilton.
Semakin sedikit bergerak, semakin sedikit pula gula dalam darah yang digunakan tubuh. "Bahkan setiap 2 jam duduk, kemungkinan terkena diabetes meningkat sebesar 7 persen," kata Hamilton.
Kebanyakan duduk juga tidak baik untuk postur tubuh dan tulang belakang. "Bahkan jika Anda pergi ke tempat fitnes tiap hari, 60 menit waktu yang dihabiskan disana tidak akan bisa menggantikan kerusakan yang terjadi akibat tubuh yang duduk setiap hari," jelas Genevieve Healy, PhD, dari Cancer Prevention Research Centre of the University of Queensland, Australia.
Lalu apa solusinya? "Seimbangkan semuanya dengan aktivitas fisik. Perbanyak gerakan dalam setiap harinya, seperti berjalan kaki, peregangan, lari dan juga seks," kata Healy.
Sumber : Detik health
Berdasarkan poling yang dilakukan Institute for Medicine and Public Health terhadap 6.300 orang, diketahui bahwa rata-rata orang Amerika menghabiskan waktu 56 jam dalam seminggu hanya untuk duduk. Penyakit duduk kini kian mengancam manusia modern.
"Tubuh manusia yang terbentuk sejak jutaan tahun lalu berkembang untuk melakukan satu hal, yaitu gerakan. Sebagai makhluk hidup, kita berevolusi untuk bisa berdiri tegak. Lingkungan kita sebenarnya menuntut aktivitas fisik," kata James Levine, MD, PhD,dari Mayo Clinic, Rochester seperti dilansir New York Daily News, Rabu (16/12/2009).
"Tapi hari ini teori itu semakin menurun. Semuanya karena teknologi yang membuat manusia menjadi makhluk malas. Kehidupan yang serba elektronik telah menggantikan semua aktivitas fisik sehari-hari manusia," tambah James.
Menurut Marc Hamilton, PhD, profesor biomedis dari University of Missouri, metabolisme tubuh akan terganggu saat duduk dalam jangka waktu lama. "Setelah duduk berjam-jam, tubuh akan mulai mematikan tingkatan metabolismenya, menurunkan sirkulasi dan sedikit membakar kalori," ujar Hamilton.
Semakin sedikit bergerak, semakin sedikit pula gula dalam darah yang digunakan tubuh. "Bahkan setiap 2 jam duduk, kemungkinan terkena diabetes meningkat sebesar 7 persen," kata Hamilton.
Kebanyakan duduk juga tidak baik untuk postur tubuh dan tulang belakang. "Bahkan jika Anda pergi ke tempat fitnes tiap hari, 60 menit waktu yang dihabiskan disana tidak akan bisa menggantikan kerusakan yang terjadi akibat tubuh yang duduk setiap hari," jelas Genevieve Healy, PhD, dari Cancer Prevention Research Centre of the University of Queensland, Australia.
Lalu apa solusinya? "Seimbangkan semuanya dengan aktivitas fisik. Perbanyak gerakan dalam setiap harinya, seperti berjalan kaki, peregangan, lari dan juga seks," kata Healy.
Sumber : Detik health
Sharing About my progress (Running)
Hari ini tanggal 15 Desember 2009, seperti biasa gw rencana pulang kerja langsung menuju ke senayan untuk lari rutin dalam 1 minggu gw harus 4 kali, dan karena istri gw minta jemput kekantornya akhirnya rencana lari diundur esok hari, dan sampai rumah pun sekitar jam 18.30, mandi dan rapih-rapih ganti baju lalu relax di depan computer. Tapi hati ini bimbang, karena dari pertama kali sudah niat mau lari akhirnya di benak gw timbul “loe harus lari” tapi dari sudut negative gw menjawab “gak usah sudah terlalu malam.. mau lari di mana?” nah.. inilah yang di namakan disiplin dari diri sendiri, gw harus selalu melawan rasa malas yang selalu timbul kapan saja.
Akhirnya computer gw matiin, pakai celana training dan t-shirt, rencana gw mau lari di sekitar komplek aja, tapi gak ada salahnya juga gw lari keluar komplek dengan perkiraan lari minimal 1 jam. BT juga klo lari di komplek 1 jam dan berapa kali juga rumah orang gw lewati?. Ok, persiapan sudah mantap untuk lari di jalan, perlengkapan dan persiapan : 1. sepatu running di ikat dengan dua simpul supaya tidak terlepas dan mengganggu saat lari, 2. Tas running yang sudah ada selang dan tempat airnya gw isi air sekitar setengah liter supaya tidak dehidrasi dan fungsi selang airnya sendiri supaya pada saat minum larinya tidak ada kendala untuk berhenti. 3. Handphone dengan fasilitas MP3 dan stopwatch yang fungsi MP3 nya untuk penghibur saja tapi ingat volumenya jangan sampai terlalu besar, karena kita tetap harus bisa mendengar suara dari kendaraan sekitar, sedangkan fungsi stopwatch sangatlah penting untuk mengukur sudah berapa lama kita berlari?. 4. Masker, fungsinya untuk menyaring udara kotor, tapi ingat tidak disarankan lari menggunakan masker karena udara yang keluar dari mulut akan terhisap kembali oleh hidung, jadi kenapa gw pakai masker? Gw hanya pakai sesekali saja jika didepan gw ada bus dan mengeluarkan asap tebal dan hitam. Jakarta tahu sendiri kan dengan kendaraannya yang terkenal polusi.
Ok, Get ready. Pemanasan terlebih dahulu yaitu berjalan keluar komplek sebelum sampai di jalanan, sekitar 5 menit berjalan keluar komplek sampailah di jalan. Gw lihat tepat jam 19.00, mulailah MP3 dan stopwatch dinyalakan, karena pada saat itu memang masih traffic jam terdengarlah suara klakson motor dan mobil, sampai-sampai MP3 gw gak terdengar musik nya. Whatever lah.. running must go on, huh udara sangat panas dan pekat sekali, ternyata lari di jalan pada saat traffic jam lebih terasa tersiksa, karena dari mesin kendaraan mengeluarkan udara panas, apalagi bus-bus besar dengan asap hitamnya. Gw lari tetap pada tempatnya yaitu di trotoar, tidak sedikit pula trotoar yang rusak dan akhirnya harus lari menyatu dengan kendaraan sekitar, tengok belakang pada saat turun ke trotoar karena banyak kendaraan lalu lalang dan paling banyak kendaraan roda dua yang ugal-ugalan pada saat macet, dan kita sebagai pelari eh maksudnya masyarakat pejalan kaki harus selalu mengalah dan dahulukan kendaraan khususnya roda dua, tebalik kan? Hukum di Jakarta memang seperti itu kan? pejalan kaki yang harus mengalah bukan kendaraan yang harus menghormati pejalan kaki.
Lihat stopwatch baru 10 menit gw lari, tapi rasanya seperti sudah lari 1 jam dalam area GBK senayan. Gila..!! gw gak akan liat stopwatch lagi sampai rute yang gw tentukan telah dekat, rute yang ada di pikiran gw mulai dari keluar komplek POLRI Ampera-Ragunan-Mangga Besar-Republika-Pejaten-Kemang-sampai komplek POLRI Ampera lagi. Yang kurang lebih jaraknya sekitar 16km dengan perkiraan waktu minimal 1 jam. Klakson dari suara kendaraan tak berhenti-berhenti selalu menemani gw lari, tak sedikit pula penerangan jalan banyak yang mati jadi di sini melatih insting gw karena gw lari di bibir trotoar yang fungsinya untuk tetap menjaga keseimbangan pada saat lari, cobaan di depan makin berat lagi karena jalan menanjak, kaki dan otak sudak gak bisa diajak kerjasama lagi, kaki terasa sudah gak bisa untuk di bawa lari lagi, tapi di benak gw berkata “ayo jangan berhenti di sini, mana disiplin gw”. Akhirnya gw bisa melawan pikiran negative gw lagi untuk tetap berlari, di depan masih macet dan banyak bus-bus pada ngetem, ok gw gak bisa lewat situ karena macet parah dan gw harus tetap berlari, gw pun cari jalan lain spontan yang ada di pikiran gw harus melewati rintangan bar yang ada di depan halte, itu vaulting (kong) pertama gw setelah dar tadi berlari, karena dari tadi jalannya fine-fine aja dan gak ada rintangan musti gw lewati, masa bodo orang pada ngeliatin yang penting gw gak ganggu mereka, ok rintangan pertama gw lewati lari lagi, dan tidak jauh di depan gw melihat di atas trotoar gak ada penutupnya dan langsung running precision lanjut lari lagi, jadi mungkin orang yang gak hati-hati bisa kejeblos ke dalam karena gelap sekali, lari yang tadinya terasa tersiksa sekarang terasa sangat fun setelah beberapa vaulting, 15 meter di depan lampu merah gw mengurangi kecepatan berlari supaya tidak berhenti lari gw, hijau.. langsung lari lagi dan Tic-tac di tempat sampah, karena di atas trotoar ada bak sampah dan di depan bak sampah ada pohon jika turun ketrotoar banyak kendaraan lagi macet, vaulting ketiga gw dan orang-orang sekitar pada ngeliatin gw lagi, lari lagi dan trotoar hancur gw turun kejalan sebelumnya tengok kebelakang karena takut ada kendaraan yang gak mau ngalah, bener aja setelah turun trotoar motor ngebut di samping gw karena di depan terlihat padat gw sprint dan bukan untuk ngejar motor yang tadi ngebut, akhirnya ketemu lagi motor yang tadi ngebut dan see ya.. gw duluan.
Gak terasa sudah mau sampai komplek POLRI Ampera lagi, gw lihat stopwatch baru 48 menit, padahal perkiraan gw lari 16km memakan waktu 1 jam, tapi alhamdulilah sampai komplek lagi dan selesailah lari gw kali ini pada saat traffic jam, masuk komplek 5 menit jalan kaki untuk pelemasan, dan sampai rumah istirahat peregangan supaya keringet hilang dulu baru mandi dan relax. Yang bisa di ambil hikmahnya lari pada saat traffic jam adalah : *melatih spontanitas supaya bisa cepat berfikir dan bertindak karena kita tidak tahu halangan apa saja yang ada di depan kita, *melatih mental block supaya lebih yakin dan tidak malu dengan kemampuan kita di depan orang banyak , *melatih keseimbangan dan insting karena tidak bisa diduga tiba-tiba trotoar hancur, jalan berlubang, gak ada penerangan,dll. *melatih adaptasi dengan lingkungan sekitar. * dan masih banyak lagi yang bisa di ambil hikmahnya. Mudah-mudahan ini menjadi inspirasi dan motivasi buat teman-teman semua supaya lebih semangat dan bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Ingat jangan Cuma terfokus latihan teknik saja, tapi semua harus seimbang, ada pepatah “Besar pasak dari pada tiang” jangan seperti itu ok, satu lagi jadilah seperti padi.
Masukan buat semua, bagi yang sudah kuat lari (bukan jogging) jangan lari hanya di lingkungan/tempat itu-itu saja, kita harus upgrade dan rasakan di lingkungan lain seperti : Hutan, uphill dan downhill, pagi/subuh, siang hari, naik dan turun tangga, dll. Alhamdulilah gw hampir merasakan semua itu, dan ingat progress buat kita latihan untuk dir kita sendiri, buat kesehatan kita sendiri, untuk anak dan cucu kita nanti. Jadi tetaplah berlatih, mungkin gw belum apa-apa di bandingkan dari temen-temen lain yang sudah punya progress cepat, tapi gw tetap berusaha untuk tetap berlatih walaupun sudah tidak seperti dulu latihan setiap hari bareng teman-teman, ingat tidak ada kata tidak sempat atau tidak ada waktu untuk berolahraga sebelum terlambat. TETAP SEMANGAT…!!!
Akhirnya computer gw matiin, pakai celana training dan t-shirt, rencana gw mau lari di sekitar komplek aja, tapi gak ada salahnya juga gw lari keluar komplek dengan perkiraan lari minimal 1 jam. BT juga klo lari di komplek 1 jam dan berapa kali juga rumah orang gw lewati?. Ok, persiapan sudah mantap untuk lari di jalan, perlengkapan dan persiapan : 1. sepatu running di ikat dengan dua simpul supaya tidak terlepas dan mengganggu saat lari, 2. Tas running yang sudah ada selang dan tempat airnya gw isi air sekitar setengah liter supaya tidak dehidrasi dan fungsi selang airnya sendiri supaya pada saat minum larinya tidak ada kendala untuk berhenti. 3. Handphone dengan fasilitas MP3 dan stopwatch yang fungsi MP3 nya untuk penghibur saja tapi ingat volumenya jangan sampai terlalu besar, karena kita tetap harus bisa mendengar suara dari kendaraan sekitar, sedangkan fungsi stopwatch sangatlah penting untuk mengukur sudah berapa lama kita berlari?. 4. Masker, fungsinya untuk menyaring udara kotor, tapi ingat tidak disarankan lari menggunakan masker karena udara yang keluar dari mulut akan terhisap kembali oleh hidung, jadi kenapa gw pakai masker? Gw hanya pakai sesekali saja jika didepan gw ada bus dan mengeluarkan asap tebal dan hitam. Jakarta tahu sendiri kan dengan kendaraannya yang terkenal polusi.
Ok, Get ready. Pemanasan terlebih dahulu yaitu berjalan keluar komplek sebelum sampai di jalanan, sekitar 5 menit berjalan keluar komplek sampailah di jalan. Gw lihat tepat jam 19.00, mulailah MP3 dan stopwatch dinyalakan, karena pada saat itu memang masih traffic jam terdengarlah suara klakson motor dan mobil, sampai-sampai MP3 gw gak terdengar musik nya. Whatever lah.. running must go on, huh udara sangat panas dan pekat sekali, ternyata lari di jalan pada saat traffic jam lebih terasa tersiksa, karena dari mesin kendaraan mengeluarkan udara panas, apalagi bus-bus besar dengan asap hitamnya. Gw lari tetap pada tempatnya yaitu di trotoar, tidak sedikit pula trotoar yang rusak dan akhirnya harus lari menyatu dengan kendaraan sekitar, tengok belakang pada saat turun ke trotoar karena banyak kendaraan lalu lalang dan paling banyak kendaraan roda dua yang ugal-ugalan pada saat macet, dan kita sebagai pelari eh maksudnya masyarakat pejalan kaki harus selalu mengalah dan dahulukan kendaraan khususnya roda dua, tebalik kan? Hukum di Jakarta memang seperti itu kan? pejalan kaki yang harus mengalah bukan kendaraan yang harus menghormati pejalan kaki.
Lihat stopwatch baru 10 menit gw lari, tapi rasanya seperti sudah lari 1 jam dalam area GBK senayan. Gila..!! gw gak akan liat stopwatch lagi sampai rute yang gw tentukan telah dekat, rute yang ada di pikiran gw mulai dari keluar komplek POLRI Ampera-Ragunan-Mangga Besar-Republika-Pejaten-Kemang-sampai komplek POLRI Ampera lagi. Yang kurang lebih jaraknya sekitar 16km dengan perkiraan waktu minimal 1 jam. Klakson dari suara kendaraan tak berhenti-berhenti selalu menemani gw lari, tak sedikit pula penerangan jalan banyak yang mati jadi di sini melatih insting gw karena gw lari di bibir trotoar yang fungsinya untuk tetap menjaga keseimbangan pada saat lari, cobaan di depan makin berat lagi karena jalan menanjak, kaki dan otak sudak gak bisa diajak kerjasama lagi, kaki terasa sudah gak bisa untuk di bawa lari lagi, tapi di benak gw berkata “ayo jangan berhenti di sini, mana disiplin gw”. Akhirnya gw bisa melawan pikiran negative gw lagi untuk tetap berlari, di depan masih macet dan banyak bus-bus pada ngetem, ok gw gak bisa lewat situ karena macet parah dan gw harus tetap berlari, gw pun cari jalan lain spontan yang ada di pikiran gw harus melewati rintangan bar yang ada di depan halte, itu vaulting (kong) pertama gw setelah dar tadi berlari, karena dari tadi jalannya fine-fine aja dan gak ada rintangan musti gw lewati, masa bodo orang pada ngeliatin yang penting gw gak ganggu mereka, ok rintangan pertama gw lewati lari lagi, dan tidak jauh di depan gw melihat di atas trotoar gak ada penutupnya dan langsung running precision lanjut lari lagi, jadi mungkin orang yang gak hati-hati bisa kejeblos ke dalam karena gelap sekali, lari yang tadinya terasa tersiksa sekarang terasa sangat fun setelah beberapa vaulting, 15 meter di depan lampu merah gw mengurangi kecepatan berlari supaya tidak berhenti lari gw, hijau.. langsung lari lagi dan Tic-tac di tempat sampah, karena di atas trotoar ada bak sampah dan di depan bak sampah ada pohon jika turun ketrotoar banyak kendaraan lagi macet, vaulting ketiga gw dan orang-orang sekitar pada ngeliatin gw lagi, lari lagi dan trotoar hancur gw turun kejalan sebelumnya tengok kebelakang karena takut ada kendaraan yang gak mau ngalah, bener aja setelah turun trotoar motor ngebut di samping gw karena di depan terlihat padat gw sprint dan bukan untuk ngejar motor yang tadi ngebut, akhirnya ketemu lagi motor yang tadi ngebut dan see ya.. gw duluan.
Gak terasa sudah mau sampai komplek POLRI Ampera lagi, gw lihat stopwatch baru 48 menit, padahal perkiraan gw lari 16km memakan waktu 1 jam, tapi alhamdulilah sampai komplek lagi dan selesailah lari gw kali ini pada saat traffic jam, masuk komplek 5 menit jalan kaki untuk pelemasan, dan sampai rumah istirahat peregangan supaya keringet hilang dulu baru mandi dan relax. Yang bisa di ambil hikmahnya lari pada saat traffic jam adalah : *melatih spontanitas supaya bisa cepat berfikir dan bertindak karena kita tidak tahu halangan apa saja yang ada di depan kita, *melatih mental block supaya lebih yakin dan tidak malu dengan kemampuan kita di depan orang banyak , *melatih keseimbangan dan insting karena tidak bisa diduga tiba-tiba trotoar hancur, jalan berlubang, gak ada penerangan,dll. *melatih adaptasi dengan lingkungan sekitar. * dan masih banyak lagi yang bisa di ambil hikmahnya. Mudah-mudahan ini menjadi inspirasi dan motivasi buat teman-teman semua supaya lebih semangat dan bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Ingat jangan Cuma terfokus latihan teknik saja, tapi semua harus seimbang, ada pepatah “Besar pasak dari pada tiang” jangan seperti itu ok, satu lagi jadilah seperti padi.
Masukan buat semua, bagi yang sudah kuat lari (bukan jogging) jangan lari hanya di lingkungan/tempat itu-itu saja, kita harus upgrade dan rasakan di lingkungan lain seperti : Hutan, uphill dan downhill, pagi/subuh, siang hari, naik dan turun tangga, dll. Alhamdulilah gw hampir merasakan semua itu, dan ingat progress buat kita latihan untuk dir kita sendiri, buat kesehatan kita sendiri, untuk anak dan cucu kita nanti. Jadi tetaplah berlatih, mungkin gw belum apa-apa di bandingkan dari temen-temen lain yang sudah punya progress cepat, tapi gw tetap berusaha untuk tetap berlatih walaupun sudah tidak seperti dulu latihan setiap hari bareng teman-teman, ingat tidak ada kata tidak sempat atau tidak ada waktu untuk berolahraga sebelum terlambat. TETAP SEMANGAT…!!!
Langganan:
Postingan (Atom)