Minggu, 17 Januari 2010

LOMPATAN YANG MENAKLUKAN KOTA DAN EGO MANUSIA


Setiap minggu pagi di bilangan Senayan, Sekumpulan orang berloncatan kesana-kemari, berjumpalitan di udara dan bergelantungan di pohon, padahal tidak ada sirkus di sekitarnya. Apa itu Parkour? Olahraga baru yang ekstrem? Salah satu Trend baru di Jakarta? Salah juga. IF Media mengulik filosofi dan kehidupan di balik Parkour, karena Parkour bukan sekedar hobi semata. Parkour is a way of life. David Belle adalah nama yang pasti disebut setiap kali sejarah Parkour dituturkan. Pria asal Perancis inilah yang mengenalkan ajaran dan filosofi Parkour kepada dunia, sebelum akhirnya di populerkan olah Yamakasi dan dibawa dari mulut ke mulut sampai ke Jakarta, Indonesia. Kiki,Nikki,Fadli dan Inno dari Parkour Jakarta menyempatkan diri untuk berbagi pengalaman hidup mereka mengenai Parkour. Ketika saya menyebutkan kata “komunitas Parkour” kontan dahi mereka berkerut sejenak. Mereka enggan di sebut sebagai sebuah komunitas, karena anggota Parkour sudah sedemikian eratnya sehingga layak disebut keluarga.

Definisi utama dari Parkour itu sendiri adalah perpindahan dari titik A ke titik B dan sebaliknya secara efisien,efektif dan aman. Parkour adalah self-method disclipine yang sangat bermanfaat untuk mengembangkan diri dari segi fisik dan mental, bukan metode bermodalkan nekat semata. Dapat dikatakan bahwa Parkour adalah perpaduan yang indah dari seni dan disiplin, hasil pengembangan dari sesuatu yang sebenarnya sudah ada dalam setiap manusia sejak dahulu kala. Potensi dasar tersebut di latih, dikembangkan dan diberi perhatian khusus dalam setiap sesi latihan Parkour.

“Parkour membutuhkan disiplin tinggi karena untuk mencapai titik tertentu, harus melalui latihan intensif. Parkour di luar negeri bahkan memikirkan mengenai asupan gizi anggotanya. Kita tidak mau disebut sebagai olahraga ekstrem, karena salah satu faktor yang terpenting adalah keamanan. Kita juga memikirkan keselamatan orang lain disekitar kita, tidak asal lompat sana-sini” Fadli menjelaskan ketika di tanya apa yang membedakan Parkour dimata orang awam, dengan olahraga ekstrem lainnya.

Setiap lompatan yang dilakukan dalam Parkour dicapai melalui latihan berjam-jam, bukan hanya sekali-dua kali latihan saja. Lompatan besar tentunya di mulai dari lompatan-lompatan kecil, dan lompatan-lompatan kecil inilah yang membutuhkan kesabaran. Filosofi Parkour mengajarkan orang yang mengikutinya untuk lebih mengenal kemampuan dan kapasitas dirinya sendiri dengan membangun mental dan kepercayaan diri. Perpaduan seni dan disiplin ini hanya dapat di raih melalui motivasi yang sangat tinggi dan kesabaran yang ekstra. Parkour adalah sebuah process dan progress, setiap anggotanya diharapkan untuk terus berkembang dan tidak stagnan di satu titik terus menerus.

Konsep yang dianut Parkour sebenarnya tidak jauh berbeda dengan seleksi alam, yang di praktekan dalam semua aspek kehidupan. Mereka yang memiliki konsisten , akan terus belajar. Namun tidak sedikit didapati kejadian dimana orang-orang yang pada awalnya semangat, namun setelah mengetahui seberapa berat latihan Parkour, dedikasi mereka menciut dan menguap begitu saja. Inilah konsistensi yang diharapkan dari setiap peserta latihan, karena latihan seminggu sekali tersebut bukanlah sesuatu yang mudah. Dimulai dari hal-hal dasar seperti mengatur nafas agar tetap kuat menjalani latihan sesi kedua setelah digempur disesi pertama, sampai jalan merangkak yang mirip dengan gayanya Spiderman. Belum lagi latihan mendalam seperti mind mapping, balance dan intuition. Ketentuan latihan Parkour ini tidak dapat dipaksakan. Karena kapasitas orang yang berbeda-beda. Bahkan pernah ada anggota yang berat badannya 120 KG, karena rajin mengikuti latihan-latihan Parkour akhirnya menjadi 80 KG.

Ketika melihat langsung gerakan-gerakan dalam Parkour, otomatis mengingatkan saya akan gerakan-gerakan binatang yang tangkas. Ternyata, metode natural Parkour diadaptasi dari Afrika yang sejak dahulu terkenal kuat dan gesit, karena dibesarkan dilingkungannya yakni hutan belantara. Mereka sudah terbiasa jalan kaki kemana-mana, terbiasa memanjat utnuk memetik buah dan berlari-lari mengejar buruan. Pada dasarnya cara mereka bertahan hidup dibentuk oleh lingkungannya. Metode yang sama digunakan oleh Parkour. Penduduk kota metropolitan seperti anda dan saya, cenderung terbiasa menghadapi pasar swalayan dan gedung-gedung perkantoran, sehingga lupa akan konteks dan kegunaan tangan dan kaki kita. Kita lebih memilih untuk naik lift daripada tangga, atau naik mobil daripada jalan kaki.

Kemalasan inilah yang dirubah oleh Parkour. Ketakutan awal untuk belajar. Sugesti dari dalam diri sendiri, dan kemalasan untuk bergerak, faktor-faktor inilah yang harus dilawan untuk mendapatkan esensi dari Parkour yang sesungguhnya. Tempat latihan Parkour atau gym-nya Parkour adalah dimana saja kita berada. Untuk melatih Parkour, tidak perlu mencari tempat, melainkan lebih menentukan tempat. Dimanapun area kita berada dapat dijadikan tempat latihan, selama tidak mengganggu ketenangan atau keselamatan orang lain. Sama seperti seleksi alam, mereka yang senang akan terus berlatih secara intensif, hingga akhirnya memungkinkan mereka untuk bergerak cepat tanpa mengeluarkan keringat. Untuk mencapai titik tersebut, anggota Parkour diharuskan untuk mengetahui manfaat dari Parkour itu sendiri, dan tidak hanya asal belajar. Metode yang diterapkan untuk mempelajari Parkour, juga dapat diaplikasikan untuk menghadapi kesulitan dalam kehidupan sehari-hari. Ayah dari David Belle mengatakan hal yang sama pada anaknya, yang kemudian menginspirasi anaknya dan dunia, bahwa menjadi kuat itu tidak berguna, kalau tidak dipakai untuk menolong orang. Kemampuan fisik yang diperoleh dari latihan-latihan yang keras dan intensif tersebut harus dipraktekan dalam kehidupan perkotaan dan menjadi sebuah seni yang indah. Parkour bisa dibilang termasuk martial art, namun bukan untuk melawan orang lain, melainkan melawan keterbatasan diri sendiri. Lagipula tujuan utama Parkour hanya satu “be strong to be useful”

Dalam Parkour tidak ada batasan umur yang berlaku. Semua orang dari segala umur boleh mengikuti latihan Parkour. Konsep ini diterapkan karena sebenarnya kemampuan tersebut sudah ada dalam setiap manusia, hanya saja dengan bergabung di Parkour, kemampuan tersebut dapat diasah lebih lanjut bersama-sama. Meskipun demikian, tetap saja diberlakukan ajaran atau himbauan tertentu dari para senior di Parkour yang sudah mengecap asam manisnya Parkour. Memang Parkour dapat dikategorikan sebagai olahraga yang paling bebas karena tidak membutuhkan alat tertentu dan dapat dilaksanakan dimana saja, namun untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka ada anjuran tertentu. Contohnya, pada tahun pertama belajar, pesertanya tidak dibolehkan melakukan lompatan yang melebihi tinggi badannya.

Kompetisi adalah hal yang tabu dalam Parkour. Selama tujuan utamanya masih belajar dan untuk bersama-sama melatih mental dan mengembangkan diri, maka akan ada banyak yang dapat dipelajari. Namun ketika kesenangan itu digantikan dengan keseriusan yang kompetitif, maka akan dapat mencelakakan diri sendiri. Motivasi untuk menaklukan orang lain dinilai tidak baik, karena kompetisi tidak sesuai dengan tujuan utama Parkour, yakni to be useful. Seorang guru yang baik harus dapat menghasilkan guru-guru yang baik, bukan murid-murid yang terbaik. Itulah satu-satuya cara terbaik agar Parkour dapat diteruskan turun-temurun ke generasi selanjutnya.

Manfaat positif banyak didapatkan dari Parkour. Melawan paradigma mengenai diri sendiri, belajar berbagi ilmu, melatih kesabaran diri, membangun tingkatan baru kepercayaan diri, meredam karakter temperamental, lebih mudah berekspresi dan berkomunikasi dengan orang lain dan keluarga adalah sedikit contih dari efek positif latihan Parkour. Selain latihan fisik, Parkour juga merupakan terapi yang baik bagi hampir semua halangan dalam karakter manusia. Jadi, tidak se-ekstrim perkiraan anda semula bukan?.

Sumber : If Magazine
Written by,
Nadia Rachel

Practices for Yourself & be Strong for Others.... The Spirit of Altruism

Mengamati perkembangan dunia dan cerita-cerita yang kemudian mewarnai dan menginspirasi banyak orang, saya teringat pada tokoh-tokoh yang menjadi idola saya sewaktu kecil. kisah petualangan Huckleberry finn, keberanian Tom Sawyer, ketabahan Oliver Twist, Old Shaterhand yang enviromentalis, kebiajksanaan dan wibawa Winnetou, Tintin yang pemberani,bahkan serial kartun indonesia pertama yang dulu sempat menjadi tayangan paling ditunggu2 selepas mandi sore si Huma dan Windy. kisah-kisah yang bernafas seperti itu yang mungkin tidak pernah didengar lagi oleh anak-anak jaman sekarang. atau masih ingatkah kita pada film zoro yang diperankan oleh Douglas Fairbank?

pada zaman saya kecil, cerita-cerita seperti itu menjadi cerita masa kecil yang fantastis dan secara tanpa sdar masih terbawa sampai sekarang...ingatan2 petualangan Huckleberry Finn mengeksplorasi alam di sekitarnya, semangat pertemanan dan persahabatan yang diusung dalam cerita2 Old Shaterhand dan Winnetou,kesabaran mengahadapi ujian dan kebencian orang lain yang ditunjukan Oliver Twist, Keberanian Tintin menantang ketidak adilan, serta semangat tolong-menolong yang dicontohkan si Huma dan sahabatnya si Windy....saya sadari betapa pada zaman-zaman tersebut begitu banyak tulisan, cerita dan film yang sangat bermutu dan berpengaruh besar terhadap perkembangan jiwa seseorang..beruntunglah saya termasuk orang yang diperkenalkan pada cerita-cerita itu sewaktu kecil lewat dongeng2 malam....sebelum tidur.

semangat-semangat seperti itu pada dasarnya semangat instingtif sesorang sebagai salah satu bentuk aktualisasi dan eksistensi individu... jujur saja beberapa dari kita pasti pernah bercita2 menjadi sperti Robin Hood, atau Zoro, atau Spiderman, Batman, Superman, atau beberapa teman kemudian memilih untuk menjadi seorang wartawan seperti halnya TIntin, atau petualang yang hidup di pedalaman bersama suku terasing karena terinspirasi Old Shaterhand... sebuah kesadaran ingin bermanfaat dan berguna karena adanya sebuah stimulan dari lingkungan yang secara tidak langsung memberikan format karakter seseorang karena bahan asupan yang kemudian menjadi behavior atau sikap... dan jujur secara statistik tidak dapat dibuktikan di atas kertas...bahwa sikap heroik dan kepahlawanan pada dasarnya dimiliki oleh setiap orang.

Altruisme..sebuah sikap tidak mementingkan diri sendiri sebagai negasi dari sikap egoisme, sebenarnya sebuah nilai dasar yang diusung oleh banyak tradisi dan bahkan juga agama..sikap altruis ini muncul biasanya karena keterpanggilan atas sebuah tanggung jawab moral, bisa karena sebuah habit ataupun kedudukan atau kemampuan seseorang...teringat pada kalimat Ben Parker dalam Spiderman 1," behind a great power there's a great responsibility"... secara tidak langsung memberikan sebuah ketegasan tentang efisiensi dan efektifitas dari kapasitas seseorang... "apa yang anda miliki, lakukan dan berdampak, memiliki sebuah petanggung jawaban pada saatnya"

Georges He'bert (lahir 27 April 1875di Paris – wafat2 August 1957di Tourgéville, Calvados) seorang guru pendidikan jasmani dari Perancis menyadari hal tersebut, sehingga kemudian menjadikan ethos ini menjadi motto pribadi,"e'tre fort pour e'tre utile"..."being strong to be usefull", menjadi lebih kuat (lebih baik) untuk dapat menjadi berguna... motto yang kemudian sampai sekarang menjadi motto kolektif bagi para praktisi disiplin yang menerapkan pola He'rbetian dengan diperkenalkannya "Parkour" oleh David Belle..

Dari sekian cerita-cerita yang mengisi masa kecil saya, ada satu cerita lagi yang kemudian mengisi masa dewasa saya dengan fantasi yang lebih realistik dari pada masa kecil yang mengangankan menjadi Superman, Batman, Spiderman, Zoro, Robin Hood, Tintin, Old Shaterhand, atau pun lain sebagainya... kita yang mulai dewasa sudah faham mana yang mungkin dan mana yagn tidak mungkin dilakukan..jika anda termasuk orang yang pernah mengalami benjol, patah tulang atau rontok gigi sewaktu kecil karena pernah mencoba terbang seperti superman atau batman pasti pada akhirnya faham bahwa impian menjadi pahlawan hanya ada dalam komik atau film saja, sehingga kompensasinya adalah minimal menjadi pahlawan buat orang2 terdekat saja semisal, adik, kekasih, istri, anak, keluarga, teman dan orang2 yag masih bisa anda tolong dalam bentuk yang lain... menjadi pahlawan sesungguhnya dalam bentuk yang konkkrit, kondisi dan situasi yang realistis adalah sebuah bentuk realisasi pemahaman dari semangat altruisme...etos ini pada dasarnya dimiliki setiap orang, bahkan yang menurut orang bilang ,penjahat atau sekelas bajingan pun...masalahnya adalah kesadaran dan pembiasaan. cerita Samurai era Modern "Yamakasi" memberikan saya sebuah fantasi yang realistik tentang menjadi seorang pahlawan dan kebermanfaatan dari kemampuan yang dimiliki seseorang...

cerita yang disutradai Ariel Zeiton ini memberikan sebuah gambaran tentang tanggung jawab atas dampak dari apa yang setiap orang lakukan..Parkour yang diperkenalkan disini memberikan sebuah pemahaman bahwa menjadi pahlawan membutuhkan proses panjang. bahkan tanggung jawab moralnya adalah apa yang kita lakukan pun memiliki dampak buat orang lain, tidak hanya positifnya saja tapi juga negatifnya... tanpa kehati2an dan kebijaksanaan kemampuan sebesar apapun membahayakan, tidak hanya diri sendiri bahkan orang lain...dalam cerita tersebut diceritakan seorang anak penggemar grup Yamakasi kemudian mencontoh apa yang dilakukan sehingga terjatuh dan mengalami kegagalan jantung... hal ini menyadarkan semua anggota Yamakasi bahwa apa yang mereka lakukan sebagai sebuah sebuah kesenangan dan pencapaian pribadi tetap memiliki sebuah tanggung jawab moral bagi orang lain.... memberikan sebuah penyadaran pada orang lain bahwa pencapaian sesorang tidak bisa diukur dari hasil tapi dari proses....

sebuah fenomena yang kemudian berkembang ketika parkour menjadi sebuah urban trend, banyak orang cedera karena ingin mencoba menjadi seseorang yang dia lihat di video2 yang dia lihat tanpa melihat proses panjang untuk mencapai kesana...padahal apa yang diusung dan diajarkan oleh Parkour adalah menjadi diri sendiri, menjadi pahlawan dengan cara anda sendiri...David Belle tidak menjadikan orang2 yang berlatih bersamanya untuk menjadi seperti dirinya atau mengikuti gayanya, tapi memberikan sebuah gambaran tentang prosesnya. pada setiap latihannya, Stephane Vigroux selalu mengatakan, "you may follow my route, but you don't have to move exactly like i do, just move as your own way..."

mampu melakukan gerakan2 vaulting atau lain sebagainya bukan sebuah ciri yang merepresentasikan anda seorang traceur/traceuse...karena mampu melakukan vaulting apalagi flip bukanlah parkour itu sendiri,...tetapi sikap dan keseharian anda yang menunjukan apakah anda seorang traceur/traceuse atau bukan...

altruisme adalah akar semangat munculnya motto "e'tre fort pour e'tre utile", BEING STRONG TO BE USEFULL..., Muhammad SAW mengatakan,"manusia selamat yang paling sejati kekuatannya setara 20 orang biasa dan muslim sejati adalah yang bermanfaat untuk seluruh alam"...

Menjadi Pahlawan adalah sebuah proses panjang, pahlawan sejati tak mengenal umur...semangat mereka tak pernah mati,"pour e'tre durer...". Wahai para calon Pahlawan....berlatihlah terus....
"PRACTICES FOR YOURSELF AND BE STRONG FOR OTHERS..."

Sumber : FB from Alex Atmadikara.
(inspired by: The Great Inoman)....hahaha...

Rabu, 13 Januari 2010

Be strong... To be useful.. ( Menolong supir Bajaj )

Seperti biasa jam 5 teng gw pulang dari kantor, pas sampai bawah baru mau nyalain motor ternyata ban depan gw kempes gak tahu kenapa? Terpaksa cari tukang tambal ban deket kantor dan kira-kira 500m ada tukang tambal ban, setelah selesai tambal ban gw lihat jam di Handphone jam 17.35, hah..!! padahal gw juga harus jemput istri gw di Sudirman, akhirnya gw ngebut karena memang gak terlalu macet perjalanan ke Sudirman sore itu. Setelah ketemu dan sampai di kantor istri gw alhamdulilah jalan dari dari Sudirman menuju ke rumah (kemang) lancar juga, tersendatnya hanya di perempatan lampu merah Blok-M, karena gw juga ngejar waktu biar sampai rumah gak kemalaman dan gak sabar mau lari rutin dan latihan fisik di rumah, setelah sampai di jalan Bangka pas tikungan tiba-tiba gw lihat bajaj masuk ke selokan, mungkin bajaj itu sudah lama terjebak di selokan karena gw lihat dari kejauhan sang supir bajaj sedang berusaha semampu mungkin untuk mengangkat bajajnya keluar dari selokan tersebut, karena hanya sang supir bajaj sendiri yang berusaha mengangkat bajajnya keluar dari selokan alhasil tidak akan bisa terangkat bajaj tersebut. setelah gw sampai deket bajaj istri gw mengingatkan dan berkata “pa tolongin tuh kasian..”, emang sih sekian banyak motor yang lewat gak ada satupun yang bantuin sang supir bajaj tersebut, gw hampiri dan berhenti tepat di depan bajaj tersebut ternyata dia lagi bawa penumpang wanita dan dua anak kecil, tapi mereka tidak apa-apa, tanpa banyak Tanya gw langsung bantuin sang supir bajaj walaupun gw sudah kemalaman. Dalam hitungan ke tiga gw dan supir bajaj mengangkat bajaj tersebut kembali ke jalan, alhamdulilah berhasil dan sang supir serta penumpangnya mengucapkan terima kasih, lanjut menuju ke rumah dengan perasaan lega gw sudah menolong orang yang kesusahan hari ini, setelah sampai dirumah seperti biasa anak-anak gw Axl dan Karla menyambut dengan muka riang, rapih- rapih, istirahat dan bercanda sebentar sama anak-anak lalu langsung gw keluar lagi untuk berlari.
Teringat kata-kata Raymond Belle ayah dari David Belle, beliau berkata "be strong to be useful” menjadi kuat dan berguna, itulah yang selalu memberi gw motivasi untuk selalu berlatih keras, sama seperti Almarhum bokap gw, beliau pensiunan dari angkatan laut dan selalu mengajarkan untuk tetap berlatih fisik sampai tua untuk bisa berguna bagi orang lain, anak dan cucu,
Terima kasih tuhan karena engkau telah memberi fisik saya yang sehat..
Gw akan selalu menolong kepada orang yang membutuhkan pertolongan, selagi gw masih mampu untuk menolong semua orang, flashback kepada orang-orang yang gw tolong waktu dulu, di jalan, Mall, tempat keramaian, kebakaran, bahkan terjebak di dalam lift sekalipun. Gw sangat lega mereka sangat bahagia, walaupun mereka cuma mengatakan ucapan “terima kasih” tapi di hati ini sangat lega sekali. Berkat berlatih keras dan dukungan dari teman-teman dan orang-orang terdekat sampai saat ini gw masih bisa bertahan dan mudah-mudahan sampai ada penerusnya yaitu anak-anak dan cucu gw. “Dari lingkungan lah yang membentuk fisik dan mental kalian” jadi intinya jagalah lingkungan kalian.. SEMANGAT…!!!
semoga dari pengalaman gw ini bisa di ambil hikmahnya buat para teman teman untuk tetap berlatih keras, Parkour mengajarkan bukan untuk cacat di hari tua tapi untuk sehat sampai tua.

Jakarta 13 Januari 2010, Jam 18.30 Wib.

Selasa, 12 Januari 2010

Strength from Adversity

A man found a cocoon of a butterfly. One day a small opening appeared, he sat and watched the butterfly for several hours as it struggled to force its body through that little hole.

Then it seemed to stop making any progress. It appeared as if it had gotten as far as it could and it could go no farther.

Then the man decided to help the butterfly, so he took a pair of scissors and snipped off the remaining bit of the cocoon. The butterfly emerged easily. But it had a swollen body and small, shriveled wings.

The man continued to watch the butterfly because he expected that, at any moment, the wings would enlarge and expand to be able to support the body, which would contract in time.

Neither happened! In fact, the butterfly spent the rest of its life crawling around with a swollen body and shriveled wings. It was never able to fly.

What the man in his kindness and haste did not understand was that the restricting cocoon and the struggle required for the butterfly to get through the tiny opening were nature's way of forcing fluid from the body of the butterfly into its wings so that it would be ready for flight once it achieved its freedom from the cocoon.

Sometimes struggles are exactly what we need in our life. If nature allowed us to go through our life without any obstacles it would cripple us. We would not be as strong as what we could have been. And we could never fly.

Sumber : http://forum.parkour.asn.au

Minggu, 10 Januari 2010

Tahapan standard sejak baru mulai Parkour

1. form of basic conditioning (building ur body to be able to practise more) membuat badan untuk mampu berkembang.
2. technique for beginner (teknik dasar, precision, climbing, balancing, landing, rolling, dismount).
3. more advance conditioning a.k.a SnC/Strength and Conditioning (ini akan terus evolving sejalan dengan perkembangan badan kita).
4. More advance techniques (passing, running, climbing methods)
5. menggali lebih dalam teknik pendukung (natural balance + intuisi + refleks + mind mapping + focus + precise aiming + kesadaran ruang = CONTROL)
6. exploration!

sumber : www.parkourindonesia.web.id
posting by : Roarr

5 Jenis Pantangan Susu

Jeruk dan susu
Dalam satu jam sebelum dan sesudah minum susu, tidak cocok makan jeruk. Sebab protein di dalam susu jika bertemu dengan tartaric acid yang terkandung dalam jeruk, akan mengeras, dengan demikian akan mempengaruhi daya serap dan daya cerna terhadap susu, pada saat yang sama juga tidak cocok mengonsumsi jenis buah-buahan lain yang asam.

Jus dan susu
Protein dalam susu 80% adalah protein dadih kental (casein), pada saat sifat asam susu di bawah 4.6 ph, sejumlah besar protein dadih kental akan menjadi melekat jadi satu, mengendap, sukar untuk menyerap dan mencernakan, yang gawat mungkin akan mengakibatkan gangguan pada pencernaan atau akan berakibat buang-buang air, itulah sebabnya ke dalam susu tidak boleh dicampurkan jus dan minuman-minuman yang bersifat asam.

Susu dan gula
Susu mengandung leucine (asam amino), bila dalam keadaan panas dimasukkan gula akan bereaksi menjadi leucine fructosyl (radikal fluktosa) yang beracun, dapat merusak tubuh orang. Susu segar dalam kondisi mendidih jangan dicampur gula, tunggu agak dingin baru masukkan gula.

Susu dan coklat
Susu mengandung banyak protein dan kalsium, tetapi coklat mengandung asam oksalat, bila keduanya dimakan bersamaan, akan menjadi kalsium yang bersifat non larut, sangat mempengaruhi daya serap terhadap kalsium, akan menimbulkan gejala rambut kering, buang-buang air, lambatnya pertumbuhan serta gejala-gejala yang lain.

Susu dan obat
Ada orang suka minum obat dengan susu, air putih diganti dengan susu, padahal susu jelas-jelas dapat mempengaruhi tubuh dalam menyerap obat. Karena susu mudah melapisi permukaan obat dengan membentuk sebuah selaput, maka akan membuat unsur-unsur yang terkandung dalam susu seperti kalsium, magnesium serta unsur-unsur lainnya timbul reaksi kimia dengan obat, menjadi materi yang tidak bisa larut dalam air, dengan demikian akan mempengaruhi kemampuan daya buang dan daya serap terhadap obat. Oleh karena itu, sebelum dan sesudah minum obat satu jam jangan minum susu.

Kamis, 07 Januari 2010

Pengembangan dan Pemeliharaan Fisik

1.1. Conditioning (pengkondisian/persiapan)
1.1.1) Latihan ketahanan rendah-sedang dan jumlah repetisi yang tinggi untuk meningkatkan pengembangan daya tahan otot.
1.1.2) Latihan isometrik untuk meningkatkan pengembangan daya tahan otot.
1.1.3) Latihan dengan intensitas rendah untuk meningkatkan detak jantung dalam jangka waktu yang panjang untuk meningkatkan pengembangan daya tahan kardiovaskular.

1.2) Strength training
1.2.1) latihan kekuatan yang tinggi dikombinasikan dengan jumlah repetisi yang rendah untuk meningkatkan pengembangan kekuatan otot.

1.3) Power training
1.3.1) latihan kekuatan yang tinggi dengan penekanan pada jumlah repetisi yang sedikit tetapi pada langkah/gerakan yang lebih cepat, untuk mengembangkan kekuatan.
1.3.2) latihan kekuatan dan ketahanan pada suatu jenis olahraga tertentu untuk meningkatkan teknik parkour yang dinamis.

1.4) Stretching (peregangan)
1.4.1) peregangan otot untuk meningkatkan jangkauan aman dari gerakan yang memungkinkan pada suatu sendi tertentu.

2. Pengembangan dan Pemeliharaan Teknik
2.1. Repetition (pengulangan)
2.1.1) pengulangan utuh dari satu teknik tertentu atau rangkaian beberapa teknik mengikuti suatu jumlah pengulangan tertentu.
2.1.2) pengulangan utuh dari suatu rute (jalur) dengan menggunakan berbagai komposisi teknik mengikuti suatu jumlah pengulangan tertentu.

2.2) New movements (gerakan-gerakan baru)
2.2.1) berlatih di lingkungan lama ataupun baru dengan suatu tujuan khusus untuk mencapai ataupun “memecahkan” lompatan-lompatan dan melewati berbagai rintangan baru.

2.3) Improvised moving (improvisasi gerakan)
2.3.1) bergerak dari satu tujuan ke tujuan lainnya dengan menggunakan komposisi (improvisasi) teknik yang terbaik dan tepat terhadap berbagai rintangan yang dihadapi.
2.3.2) Latihan stealth (sunyi) dengan penekanan pada gerakan yang menghasilkan suara seminimal mungkin, dalam hal ini kecepatan bukanlah prioritas utama.
2.3.3) Bergerak di sekitaran tanpa ada suatu tujuan khusus.

Sumber : blaneparkour.blogspot.com