Minggu, 29 September 2013

Diet Alkalin, Bikin Langsing & Penuh Energi



Ada banyak cara untuk menurunkan berat badan. Tahun 2013 ini, Alkaline Diet atau diet alkaline menjadi salah satu jenis diet yang makin populer dan seolah memberikan cara baru untuk langsing yang lebih menjanjikan. Metode ini tidak hanya menjaga tubuh tetap proporsional tapi juga bermanfaat untuk mencegah penyakit lainnya.

Program diet baru ini seperti menggabungkan semua program diet sukses yang berhasil diterapkan oleh sejumlah selebritas seperti Victoria Beckham, Kristen Dunst, Gwyneth Paltrow, dan juga buku-buku resep best-seller.

Dirilis baru-baru ini oleh Honestly Healthy Alkaline Programme, diet alkaline lebih menekankan pada konsumsi makanan yang tetap menjaga pH tubuh di level normal 7,35 sampai 7,45. Khasiatnya selain menjaga bentuk tubuh juga berkhasiat mengatasi persoalan insomnia, mood, dan ingatan, keseimbangan hormon dan daya tahan tubuh, serta menguatkan rambut, kuku, dan gigi.

Bagaimana dan apa saja bentuk program diet ini?

Diet alkalin berangkat dari pandangan akan kandungan alkalin di dalam darah. Teorinya, semua makanan yang dikonsumsi seperti daging, pasta, atau nasi dengan kandungan asam tinggi akan mengganggu keseimbangan alkalin (pH tinggi), dan itu bisa memicu naiknya berat badan.

Ahli nutrisi Dr Elisabeth Phillips mengungkapkan bahwa yang paling penting dalam program diet adalah keseimbangan. Bukannya Anda harus menghindari semua jenis makanan yang mengandung asam, tapi mengurangi porsinya menjadi lebih sedikit. Makanan yang mengandung gula, alkohol, dan yang merupakan makanan olahan pabrik dianjurkan untuk dihindari. Sebagai gantinya, pilih makanan sehat seperti buah dan sayur.

Tujuan dari diet alkalin ini adalah 70 persen makanan alkalin, dan 30 persen makanan asam. Jadi penghitungannya tidak lagi berapa jumlah kalori yang dimakan tapi berdasar jenis makanannya. Ahli nutrisi dan diet Sam Perkins mengatakan, diet jenis akalin ini tidak lantas menghalangi orang untuk makan makanan tertentu, tapi lebih pada kebiasaan mengonsumsi asupan bernutrisi untuk jangka hidup yang lebih panjang.

Hasil dari upaya diet ini akan tampak kentara dan dapat dirasakan terutama dari peningkatan energi, lalu berat badan dan kulit menjadi lebih sehat. Mengonsumsi makanan yang mengandung alkalin ini selama sebulan akan membuat stamina dan energi terasa bertambah, di samping itu juga membuat kulit lebih terjaga dari tanda-tanda penuaan.

Dengan mengonsumsi jenis makanan tertentu yang bersifat alami, tubuh akan menurunkan jumlah kalori yang ada, dan berarti turut menjaga berat badan tetap ideal. Bagi yang mengalami kelebihan berat badan akan terjadi penurunan karena menjadi lebih sehat.

Dalam diet alkalin ini, makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi di antaranya buah dan sayuran, serta mengurangi makanan yang mengandung banyak gula. Bisa dibilang mendekati gaya hidup semi vegetarian.

Dengan alkaline diet, Anda akan memperoleh kekebalan tubuh yang lebih baik. Proses penuaan pun dapat diperlambat. Apalagi, mengonsumsi makanan bersifat basa dipercaya dapat membuat gigi dan gusi menjadi lebih sehat. Namun, semua manfaat tersebut belum dibuktikan secara ilmiah.

Bagaimanapun juga, jangan berlebihan melakukan diet ini. Makanan bersifat asam tetap diperlukan, misalnya lemak dan minyak tertentu yang mengandung asam lemak esensial. Karena dapat menjaga kekebalan dan menyehatkan sel tubuh, disarankan komposisi 80:20 untuk makanan bersifat basa banding makanan bersifat asam.

Apa saja makanan yang bersifat asam, dan mana saja yang bersifat basa? Sebenarnya terdapat salah kaprah di masyarakat awam. Selama ini, makanan yang terasa asam dianggap dapat membentuk efek asam pula dalam tubuh. “Padahal yang dimaksud adalah pengaruh makanan setelah tertelan (bukan di lidah, red.),” ujar ahli gizi klinis, Dr. Nupur Krishnan.

Makanan 'asam' menambahkan ion hidrogen ke dalam tubuh, sehingga tubuh semakin bersifat asam. Sebaliknya, makanan alkaline justru menghilangkan ion hidrogen sehingga dapat mengurangi kadar asam dalam tubuh.

Inilah daftar makanan asam dan basa:

Asam:
Jagung, lentil, zaitun, kentang, lemak hewan, minyak nabati, oat, beras, gandum, daging sapi, ayam, domba, tiram, lobster, susu, mentega, keju, es krim, margarin, gula, saus salad botolan, pemanis buatan, dan cuka masak.

Basa:
Brokoli, wortel, kembang kol, mentimun, terung, bawang putih, tomat, asparagus, bayam, kelapa, apel, aprikot, alpukat, pisang, blackberry, jeruk Bali, anggur, lemon, jeruk nipis, muskmelon, jeruk, almond, air putih, teh herbal dan teh hijau, minyak zaitun, minyak flax seed, cuka apel, molasses, rempah, sirup maple dan madu organik.

Sumber : detik

Kamis, 09 Agustus 2012

KENAPA DOKTER DI NEGARA BARAT PELIT MEMBERIKAN OBAT KEPADA ANAK YANG SAKIT (PENTING UNTUK ORANGTUA)

Malik tergolek lemas. Matanya sayu. Bibirnya pecah-pecah. Wajahnya kian tirus. Di mataku ia berubah seperti anak dua tahun kurang gizi. Biasanya aku selalu mendengar celoteh dan tawanya di pagi hari. Kini tersenyum pun ia tak mau. Sesekali ia muntah. Dan setiap melihatnya muntah, hatiku …tergores-gores rasanya. Lambungnya diperas habis-habisan seumpama ampas kelapa yang tak lagi bisa mengeluarkan santan. Pedih sekali melihatnya terkaing-kaing seperti itu.
Waktu itu, belum sebulan aku tinggal di Belanda, dan putraku Malik terkena demam tinggi. Setelah tiga hari tak juga ada perbaikan aku membawanya ke huisart (dokter keluarga) kami, dokter Knol namanya.
“Just wait and see. Don’t forget to drink a lot. Mostly this is a viral infection.” kata dokter tua itu.

“Ha? Just wait and see? Apa dia nggak liat anakku dying begitu?” batinku meradang. Ya…ya…aku tahu sih masih sulit untuk menentukan diagnosa pada kasus demam tiga hari tanpa ada gejala lain. Tapi masak sih nggak diapa-apain. Dikasih obat juga enggak! Huh! Dokter Belanda memang keterlaluan! Aku betul-betul menahan kesal.
“Obat penurun panas Dok?” tanyaku lagi.
“Actually that is not necessary if the fever below 40 C.”
Waks! Nggak perlu dikasih obat panas? Kalau anakku kenapa-kenapa memangnya dia mau nanggung? Kesalku kian membuncah.
Tapi aku tak ingin ngeyel soal obat penurun panas. Sebetulnya di rumah aku sudah memberi Malik obat penurun panas, tapi aku ingin dokter itu memberi obat jenis lain. Sudah lama kudengar bahwa dokter disini pelit obat. Karena itu aku membawa setumpuk obat-obatan dari Indonesia, termasuk obat penurun panas.
Dua hari kemudian, demam Malik tak kunjung turun dan frekuensi muntahnya juga bertambah. Aku segera kembali ke dokter. Tapi si dokter tetap menyuruhku wait and see. Pemeriksaan laboratorium baru akan dilakukan bila panas anakku menetap hingga hari ke tujuh.
“Anakku ini suka muntah-muntah juga Dok,” kataku.
Lalu si dokter menekan-nekan perut anakku. “Apakah dia sudah minum suatu obat?”
Aku mengangguk. “Ibuprofen syrup Dok,” jawabku.
Eh tak tahunya mendengar jawabanku, si dokter malah ngomel-ngomel,”Kenapa kamu kasih syrup Ibuprofen? Pantas saja dia muntah-muntah. Ibuprofen itu sebaiknya tidak diberikan untuk anak-anak, karena efeknya bisa mengiritasi lambung. Untuk anak-anak lebih baik beri paracetamol saja.”
Huuh! Walaupun dokter itu mengomel sambil tersenyum ramah, tapi aku betul-betul jengkel dibuatnya. Jelek-jelek begini gue lulusan fakultas kedokteran tau! Nah kalau buat anak nggak baik kenapa di Indonesia obat itu bertebaran! Batinku meradang.
Untungnya aku masih bisa menahan diri. Tapi setibanya dirumah, suamiku langsung menjadi korban kekesalanku.”Lha wong di Indonesia, dosenku aja ngasih obat penurun panas nggak pake diukur suhunya je. Mau 37 keq, 38 apa 39 derajat keq, tiap ke dokter dan bilang anakku sakit panas, penurun panas ya pasti dikasih. Sirup ibuprofen juga dikasih koq ke anak yang panas, bukan cuma parasetamol. Masa dia bilang ibuprofen nggak baik buat anak!” Seperti rentetan peluru, kicauanku bertubi-tubi keluar dari mulutku.
“Mana Malik nggak dikasih apa-apa pulak, cuma suruh minum parasetamol doang, itu pun kalau suhunya diatas 40 derajat C! Duuh memang keterlaluan Yah dokter Belanda itu!”
Suamiku menimpali, “Lho, kalau Mama punya alasan, kenapa tadi nggak bilang ke dokternya?”
Aku menarik napas panjang. “Hmm…tadi aku sudah kadung bete sama si dokter, rasanya ingin buru-buru pulang saja. Tapi…alasannya apa ya?”
Mendadak aku kebingungan. Aku akui, sewaktu praktek menjadi dokter dulu, aku lebih banyak mencontek apa yang dilakukan senior. Tiga bulan menjadi co-asisten di bagian anak memang membuatku kelimpungan dan belajar banyak hal, tapi hanya secuil-secuil ilmu yang kudapat. Persis seperti orang yang katanya travelling keliling Eropa dalam dua minggu. Menclok sebentar di Paris, lalu dua hari pergi ke Roma. Dua hari di Amsterdam, kemudian tiga hari mengunjungi Vienna. Puas beberapa hari berdiam di Berlin dan Swiss, kemudian waktu habis. Tibalah saatnya pulang lagi ke Indonesia. Tampaknya orang itu sudah keliling Eropa, padahal ia hanya mengunjungi ibukota utama saja. Masih banyak sekali negara dan kota-kota di Eropa yang belum disambanginya. Dan itu lah yang terjadi pada kami, pemuda-pemudi fresh graduate from the oven Fakultas Kedokteran. Malah kadang-kadang apa yang sudah kami pelajari dulu, kasusnya tak pernah kami jumpai dalam praktek sehari-hari. Berharap bisa memberikan resep cespleng seperti dokter-dokter senior, akhirnya kami pun sering mengintip resep ajian senior!
Setelah Malik sembuh, beberapa minggu kemudian, Lala, putri pertamaku ikut-ikutan sakit. Suara Srat..srut..srat srut dari hidungnya bersahut-sahutan. Sesekali wajahnya memerah gelap dan bola matanya seperti mau copot saat batuknya menggila. Kadang hingga bermenit-menit batuknya tak berhenti. Sesak rasanya dadaku setiap kali mendengarnya batuk. Suara uhuk-uhuk itu baru reda jika ia memuntahkan semua isi perut dan kerongkongannya. Duuh Gustiiii…kenapa tidak Kau pindahkan saja rasa sakitnya padaku Nyerii rasanya hatiku melihat rautnya yang seperti itu. Kuberikan obat batuk yang kubawa dari Indonesia pada putriku. Tapi batuknya tak kunjung hilang dan ingusnya masih meler saja. Lima hari kemudian, Lala pun segera kubawa ke huisart. Dan lagi-lagi dokter itu mengecewakan aku.
“Just drink a lot,” katanya ringan.
Aduuuh Dook! Tapi anakku tuh matanya sampai kayak mata sapi melotot kalau batuk, batinku kesal.
“Apa nggak perlu dikasih antibiotik Dok?” tanyaku tak puas.
“This is mostly a viral infection, no need for an antibiotik,” jawabnya lagi.
Ggrh…gregetan deh rasanya. Lalu ngapain dong aku ke dokter, kalo tiap ke dokter pulang nggak pernah dikasih obat. Paling enggak kasih vitamin keq! omelku dalam hati.
“Lalu Dok, buat batuknya gimana Dok? Batuknya tuh betul-betul terus-terusan,” kataku ngeyel.
Dengan santai si dokter pun menjawab,”Ya udah beli aja obat batuk Thyme syrop. Di toko obat juga banyak koq.”
Hmm…lumayan lah… kali ini aku pulang dari dokter bisa membawa obat, walau itu pun harus dengan perjuangan ngeyel setengah mati dan walau ternyata isi obat Thyme itu hanya berisi ekstrak daun thyme dan madu.
“Kenapa sih negara ini, katanya negara maju, tapi koq dokternya kayak begini.” Aku masih saja sering mengomel soal huisart kami kepada suamiku. Saat itu aku memang belum memiliki waktu untuk berintim-intim dengan internet. Jadi yang ada di kepalaku, cara berobat yang betul adalah seperti di Indonesia. Di Indonesia, anak-anakku punya langganan beberapa dokter spesialis anak. Dokter-dokter ini pernah menjadi dosenku ketika aku kuliah. Maklum, walaupun aku lulusan fakultas kedokteran, tapi aku malah tidak pede mengobati anakanakku sendiri. Dan walaupun anak-anakku hanya menderita penyakit sehari-hari yang umum terjadi pada anak seperti demam, batuk pilek, mencret, aku tetap membawa mereka ke dokter anak. Meski baru sehari, dua atau tiga hari mereka sakit, buru-buru mereka kubawa ke dokter. Tak pernah aku pulang tanpa obat. Dan tentu saja obat dewa itu, sang antibiotik, selalu ada dalam kantong plastik obatku.
Tak lama berselang putriku memang sembuh. Tapi sebulan kemudian ia sakit lagi. Batuk pilek putriku kali ini termasuk ringan, tapi hampir dua bulan sekali ia sakit. Dua bulan sekali memang lebih mendingan karena di Indonesia dulu, hampir tiap dua minggu ia sakit. Karena khawatir ada yang tak beres, lagi-lagi aku membawanya ke huisart.
“Dok anak ini koq sakit batuk pilek melulu ya, kenapa ya Dok.?
Setelah mendengarkan dada putriku dengan stetoskop, melihat tonsilnya, dan lubang hidungnya,huisart-ku menjawab,”Nothing to worry. Just a viral infection.”
Aduuuh Doook… apa nggak ada kata-kata lain selain viral infection seh! Lagilagi aku sebal.
“Tapi Dok, dia sering banget sakit, hampir tiap sebulan atau dua bulan Dok,” aku ngeyel seperti biasa.
Dokter tua yang sebetulnya baik dan ramah itu tersenyum. “Do you know how many times normally children get sick every year?”
Aku terdiam. Tak tahu harus menjawab apa. “enam kali,” jawabku asal.
“Twelve time in a year, researcher said,” katanya sambil tersenyum lebar. “Sebetulnya kamu tak perlu ke dokter kalau penyakit anakmu tak terlalu berat,” sambungnya.
Glek! Aku cuma bisa menelan ludah. Dijawab dengan data-data ilmiah seperti itu, kali ini aku pulang ke rumah dengan perasaan malu. Hmm…apa aku yang salah? Dimana salahnya? Ah sudahlah…barangkali si dokter benar, barangkali memang aku yang selama ini kurang belajar.
Setelah aku bisa beradaptasi dengan kehidupan di negara Belanda, aku mulai berinteraksi dengan internet. Suatu saat aku menemukan artikel milik Prof. Iwan Darmansjah, seorang ahli obat-obatan dari Fakultas Kedokteran UI. Bunyinya begini: “Batuk – pilek beserta demam yang terjadi sekali-kali dalam 6 – 12 bulan sebenarnya masih dinilai wajar. Tetapi observasi menunjukkan bahwa kunjungan ke dokter bisa terjadi setiap 2 – 3 minggu selama bertahun-tahun.” Wah persis seperti yang dikatakan huisartku, batinku. Dan betul anak-anakku memang sering sekali sakit sewaktu di Indonesia dulu.
“Bila ini yang terjadi, maka ada dua kemungkinan kesalahkaprahan dalam penanganannya,” Lanjut artikel itu. “Pertama, pengobatan yang diberikan selalu mengandung antibiotik. Padahal 95% serangan batuk pilek dengan atau tanpa demam disebabkan oleh virus, dan antibiotik tidak dapat membunuh virus. Di lain pihak, antibiotik malah membunuh kuman baik dalam tubuh, yang berfungsi menjaga keseimbangan dan menghindarkan kuman jahat menyerang tubuh. Ia juga mengurangi imunitas si anak, sehingga daya tahannya menurun. Akibatnya anak jatuh sakit setiap 2 – 3 minggu dan perlu berobat lagi.
Lingkaran setan ini: sakit –> antibiotik-> imunitas menurun -> sakit lagi, akan membuat si anak diganggu panas-batuk-pilek sepanjang tahun, selama bertahun-tahun.”
Hwaaaa! Rupanya ini lah yang selama ini terjadi pada anakku. Duuh…duuh..kemana saja aku selama ini sehingga tak menyadari kesalahan yang kubuat sendiri pada anak-anakku. Eh..sebetulnya..bukan salahku dong. Aku kan sudah membawa mereka ke dokter spesialis anak. Sekali lagi, mereka itu dosenku lho! Masa sih aku tak percaya kepada mereka. Dan rupanya, setelah di Belanda ‘dipaksa’ tak lagi pernah mendapat antibiotik untuk penyakit khas anak-anak sehari-hari, sekarang kondisi anak-anakku jauh lebih baik. Disini, mereka jadi jarang sakit, hanya diawal-awal kedatangan saja mereka sakit.
Kemudian, aku membaca lagi artikel-artikel lain milik prof Iwan Darmansjah. Dan di suatu titik, aku tercenung mengingat kata-kata ‘pengobatan rasional’. Lho…bukankah dulu aku juga pernah mendapatkan kuliah tentang apa itu pengobatan rasional. Hey! Lalu kemana perginya ingatan itu? Jadi, apa yang selama ini kulakukan, tidak meneliti baik-baik obat yang kuberikan pada anak-anakku, sedikit-sedikit memberi obat penurun panas, sedikit-sedikit memberi antibiotik, baru sehari atau dua hari anak mengalami sakit ringan seperti, batuk, pilek, demam, mencret, aku sudah panik dan segera membawa anak ke dokter, serta sedikit-sedikit memberi vitamin. Rupanya adalah tindakan yang sama sekali tidak rasional! Hmm… kalau begitu, sistem kesehatan di Belanda adalah sebuah contoh sistem yang menerapkan betul apa itu pengobatan rasional.
Belakangan aku pun baru mengetahui bahwa ibuprofen memang lebih efektif menurunkan demam pada anak, sehingga di banyak negara termasuk Amerika Serikat, ibuprofen dipakai secara luas untuk anakanak. Tetapi karena resiko efek sampingnya lebih besar, Belgia dan Belanda menetapkan kebijakan lain. Walaupun obat ibuprofen juga tersedia di apotek dan boleh digunakan untuk usia anak diatas 6 bulan, namun di kedua negara ini, parasetamol tetap dinyatakan sebagai obat pilihan pertama pada anak yang mengalami demam. “Duh, untung ya Yah aku nggak bilang ke huisart kita kalo aku ini di Indonesia adalah seorang dokter. Kalo iya malu-maluin banget nggak sih, ketauan begonya hehe,” kataku pada suamiku.
Jadi, bagaimana dengan para orangtua di Indonesia? Aku tak ingin berbicara terlalu jauh soal mereka-mereka yang tinggal di desa atau orang-orang yang terpinggirkan, ceritanya bisa lain. Karena kekurangan dan ketidakmampuan, untuk kasus penyakit anak sehari-hari, orang-orang desa itu malah relatif ‘terlindungi’ dari paparan obat-obatan yang tak perlu. Sementara kita yang tinggal di kota besar, yang cukup berduit, sudah melek sekolah, internet dan pengetahuan, malah kebanyakan selalu dokter-minded dan gampang dijadikan sasaran oleh perusahaan obat dan media. Batuk pilek sedikit ke dokter, demam sedikit ke dokter, mencret sedikit ke dokter. Kalau pergi ke dokter lalu tak diberi obat, biasanya kita malah ngomel-ngomel, ‘memaksa’ agar si dokter memberikan obat. Iklan-iklan obat pun bertebaran di media, bahkan tak jarang dokter-dokter ‘menjual’ obat tertentu melalui media. Padahal mestinya dokter dilarang mengiklankan suatu produk obat.
Dan bagaimana pula dengan teman-teman sejawatku dan dosen-dosenku yang kerap memberikan antibiotik dan obat-obatan yang tidak perlu pada pasien batuk, pilek, demam, mencret? Malah aku sendiri dulu pun melakukannya karena nyontek senior. Apakah manfaatnya lebih besar dibandingkan resikonya? Tentu saja tidak. Biaya pengobatan membengkak, anak malah gampang sakit dan terpapar obat yang tak perlu. Belum lagi bahaya besar jelas mengancam seluruh umat manusia: superbug, resitensi antibiotik! Tapi mengapa semua itu terjadi?
Duuh Tuhan, aku tahu sesungguhnya Engkau tak menyukai sesuatu yang sia-sia dan tak ada manfaatnya. Namun selama ini aku telah alpa. Sebagai orangtua, bahkan aku sendiri yang mengaku lulusan fakultas kedokteran ini, telah terlena dan tak menyadari semuanya. Aku tak akan eling kalau aku tidak menyaksikan sendiri dan tidak tinggal di negeri kompeni ini. Apalagi dengan masyarakat awam, para orangtua baru yang memiliki anak-anak kecil itu. Jadi bagaimana mengurai keruwetan ini seharusnya? Uh! Memikirkannya aku seperti terperosok ke lubang raksasa hitam. Aku tak tahu, sungguh!
Tapi yang pasti kini aku sadar…telah terjadi kesalahan paradigma pada kebanyakan kita di Indonesia dalam menghadapi anak sakit. Disini aku sering pulang dari dokter tanpa membawa obat. Aku ke dokter biasanya ‘hanya’ untuk konsultasi, memastikan diagnosa penyakit anakku dan penanganan terbaiknya, serta meyakinkan diriku bahwa anakku baik-baik saja.
Tapi di Indonesia, bukankah paradigma yang masih kerap dipegang adalah ke dokter = dapat obat? Sehingga tak jarang dokter malah tidak bisa bertindak rasional karena tuntutan pasien. Aku juga sadar sistem kesehatan di Indonesia memang masih ruwet. Kebijakan obat nasional belum berpihak pada rakyat. Perusahaan obat bebas beraksi‘ tanpa ada peraturan dan hukum yang tegas dari pemerintah. Dokter pun bebas meresepkan obat apa saja tanpa ngeri mendapat sangsi. Intinya, sistem kesehatan yang ada di Indonesia saat ini membuat dokter menjadi sulit untuk bersikap rasional.
Lalu dimana ujung pangkal salahnya? Ah rasanya percuma mencari-cari ujung pangkal salahnya. Menunjuk siapa yang salah pun tak ada gunanya. Tapi kondisi tersebut jelas tak bisa dibiarkan. Siapa yang harus memulai perubahan? Pemerintah, dokter, petugas kesehatan, perusahaan obat, tentu semua harus berubah. Namun, dalam kondisi seperti ini, mengharapkan perubahan kebijakan pemerintah dalam waktu dekat sungguh seperti pungguk merindukan bulan. Yang pasti, sebagai pasien kita pun tak bisa tinggal diam. Siapa bilang pasien tak punya kekuatan untuk merubah sistem kesehatan? Setidaknya, bila pasien ‘bergerak’, masalah kesehatan di Indonesia, utamanya kejadian pemakaian obat yang tidak rasional dan kesalahan medis tentu bisa diturunkan.
Dikutip dari buku “Smart Patient” karya dr. Agnes Tri Harjaningrum

Rabu, 13 Juni 2012

7 Health Benefits of Going Barefoot Outside


Even though we've come to think of them as a vital part of our lives, only 20 percent of the world's population today wears shoes. Although in western society, shoes are necessary in certain situations, now that spring is here, and summer is on its way, there’s nothing stopping you from finding a park or beach, taking your shoes off and going for a barefoot stroll. The benefits might surprise you.


1. Clear Your Mind

It’s hard not to pay attention to every step when you’re walking barefoot. You have to be on the look out for sharp rocks and thorns. Awareness of what’s in front of you in this moment quiets your inner chatter and clears your mind and helps you focus on the here and now.

2. It’s Free Foot Yoga

Walking barefoot strengthens and stretches the muscles, tendons and ligaments in your feet, ankles and calves. This helps prevent injury, knee strain and back problems. Not only that, but because it works muscles not used when you’re wearing shoes, it strengthens and stretches your core, helping keep your posture upright, and your balance spot on.

3. It’s a Free Reflexology Session.

There are reflex points to every part of your body in your feet. Every little bump and rock in the road helps to stimulate all these little reflex points. If it hurts at first – especially in specific areas, this means your feet need the stimulation they’re getting by being barefoot. Over time, these sensitivities will go away, and the areas the tenderness corresponds to will be rejuvenated, helping decrease the symptoms of whatever it is that ails you.

4. Decrease Anxiety & Depression.

Walking barefoot in the grass can help decrease anxiety and depression by 62 percent, and increases the levels of those feel good endorphins. Awesome!

5. Get a Good Night's Sleep.

The ancients believed that walking barefoot in the grass was the best cure for insomnia, and many people still swear by it today.

6. It’s Grounding. Literally.

Our bodies are made up of about 60 percent water, which is great for conducting electricity. The earth has a negative ionic charge. Going barefoot grounds our bodies to that charge. Negative Ions have been proven to detoxify, calm, reduce inflammation, synchronise your internal clocks, hormonal cycles and physiological rhythms. The best places to get some negative ions through your feet are by the water. Everyone knows how good it feels to be barefoot on the beach – now we know why!

7. Get Back to What Matters.

To be barefoot outside doesn’t just involve your feet – the rest of you has to be outside too. You get to connect with Mother Nature all around. Feel the sunshine on your face; hear the wind in the trees. It’s easier to connect to a higher power when you’re in touch with Nature; it’s easier to put things into perspective.

Who knew something as simple as a barefoot walk could be so good for you – mind, body and soul.

Source : http://www.mindbodygreen.com
Writer : Stephanie Slon
About Stephanie Slon
Stephanie Slon is a Reflexologist and Reiki practitioner living in Grande Prairie Alberta. You can read more of her work on stephsreflexology.com, or follow her on twitter @stephsreflex.

Kamis, 02 Februari 2012

Vitamin D dan Kesehatan Tulang


Fungsi Vitamin D

Vitamin D sangat penting bagi kesehatan tulang karena berperan dalam penyerapan kalsium di lambung dan saluran pencernaan. Tanpa vitamin D yang cukup, tubuh kita tidak akan mampu menyerap kalsium dengan baik sehingga memiliki tulang yang lemah. Vitamin D adalah pro-hormon yang digunakan tubuh kita untuk mengangkut kalsium dari pencernaan melalui darah menuju ke tulang, jantung, otak, paru-paru dan organ lain yang memerlukannya.
Sumber Vitamin D

Vitamin D adalah vitamin yang larut di lemak yang secara alami hanya tersedia pada sedikit sekali jenis makanan. Vitamin D2 (ergocalciferol) terdapat pada beberapa tumbuhan dan jamur. Beberapa jenis ikan yang berlemak, seperti ikan cod, tuna dan salmon, mengandung vitamin D2 karena mereka memakan alga yang mengolah vitamin D dengan bantuan sinar matahari.

Vitamin D3 (cholecalciferol) diproduksi tubuh ketika sinar ultraviolet mengenai kulit kita dan merangsang produksinya. Untuk mendapatkan vitamin D3 yang memadai, paparkan kulit Anda di sinar matahari selama 10-15 menit beberapa kali seminggu. Radiasi yang mengubah vitamin D di kulit memiliki panjang gelombang yang sama dengan yang menyebabkan kulit menghitam, karena itu penggunaan tabir surya akan menghambat produksi vitamin D. Seiring penuaan, efektivitas kulit dalam memproduksi vitamin D semakin berkurang.

Vitamin D yang berasal dari makanan, suplemen dan paparan sinar matahari bersifat inaktif secara biologis sehingga harus menjalani dua proses hidroksilasi di dalam tubuh untuk mengaktifkannya. Proses pertama terjadi di hati dan mengubah vitamin D menjadi 25-hidroksivitamin D [25(OH)D], juga dikenal sebagai calcidiol. Calcidiol paling banyak tersedia di dalam tubuh dibandingkan bentuk vitamin D lainnya. Proses kedua terjadi terutama di ginjal dan membentuk zat aktif 1,25-dihidroksivitamin D [1,25(OH)2D], dikenal juga sebagai calcitriol. Inilah bentuk vitamin D yang membantu penyerapan kalsium.

Hati dan ginjal kita sangat berperan dalam pengubahan dari bentuk vitamin D yang inaktif menjadi aktif. Alasan utama mengapa alkohol memperburuk kondisi tulang adalah efek negatifnya terhadap hati. Beberapa penyakit ginjal juga menjadi pemicu terjadinya osteoporosis. Beberapa riset, misalnya, menunjukkan bahwa pasien yang menderita urolithiasis (proses pembentukan batu di ginjal, kandung kemih dan uretra) memiliki massa tulang yang lebih rendah dibandingkan rata-rata.
Mencegah Osteoporosis dengan Vitamin D

Osteoporosis dapat dicegah dengan asupan vitamin D harian sebesar 200-400 unit. Banyak multivitamin dan suplemen kalsium yang juga mengandung vitamin D. Rata-rata satu tablet multivitamin tersebut mengandung 400 IU vitamin D. Karena itu satu tablet multivitamin setiap hari sudah cukup memenuhi kebutuhan vitamin D Anda.

Perlu diketahui bahwa dalam proses pengubahan calcidiol menjadi calcitrol, hormon paratiroid (PTH)-lah yang merangsang ginjal melakukan proses itu. Bila Anda memiliki terlalu banyak calcidiol di dalam tubuh, akan terlalu banyak hormon paratiroid yang dilepaskan. Karena hormon tersebut juga merangsang pembentukan osteoclast (sel-sel yang melarutkan tulang), terlalu banyak PTH akan menyebabkan pengeroposan tulang. Karena itu, terlalu banyak vitamin D juga tidak baik bagi tulang Anda.

Senin, 21 November 2011

Manfaat melakukan peregangan di pagi hari


Sebagian besar orang tidak memiliki banyak waktu di pagi hari untuk berolahraga. Tapi sebaiknya luangkan sedikit waktu untuk lakukan peregangan, karena ada manfaat yang bisa didapatkan.

Salah satu respons normal yang dilakukan ketika bangun di pagi hari adalah memberikan bentangan panjang dari tubuh yang menyenangkan dan berfungsi untuk meremajakan indera serta meningkatkan fleksibilitas dalam sendi.

Ketika melakukan peregangan, mulailah secara perlahan dan menghembuskan napas secara teratur dan teratur setiap melakukan peregangan di kelompok otot tertentu. Tahan peregangan yang dilakukan antara 10-30 detik dan cukup dilakukan selama 10 menit sehari untuk bisa meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Selain itu ada beberapa manfaat lain yang bisa didapatkan dengan melakukan peregangan atau streching secara rutin di pagi hari, seperti dikutip dari Livestrong, Selasa (22/11/2011) yaitu:

1. Meningkatkan aliran darah
Ketika melakukan peregangan maka aliran darah ke otot termasuk otak akan meningkat. Kondisi ini membantu merangsang indera dan meningkatkan konsentrasi menjadi lebih tajam.

Dalam beberapa kasus, peningkatan aliran darah ke otot ini bisa memberikan energi yang optimal di pagi hari yang dapat membantu mencegah kelelahan dan kelesuan di jam-jam pagi hari. Selain itu bisa mengurangi ketegangan sepanjang hari.

2. Relaksasi otot
Peregangan juga bisa membantu membuat otot lebih fleksibel dan otot secara keseluruhan menjadi lebih fleksibel. Kondisi ini bisa membantu mengurangi risiko ketidaknyamanan akibat otot tegang, kram dan nyeri.

Selain itu peregangan juga bisa membantu memobilisasi tulang belakang dan jaringan lunak di sekitarnya. Hal ini akan meningkatkan jangkauan gerak secara keseluruhan dan fluiditas dalam sendi.

3. Lebih siap melakukan kegiatan
Latihan peregangan secara rutin setiap hari membantu mempersiapkan tubuh untuk melakukan kegiatan fisik dan bekerja, serta memberi semangat tambahan bagi tubuh untuk beraktivitas.

detik.com

Minggu, 13 November 2011

Tips Makan Sedikit Dengan Efek Kenyang Seharian


Kalau mau tau gimana caranya makan sedikit tapi efek kenyangnya lama, ikuti tips berikut ini :

Perlahan dan Kunyah Dengan Baik
Ingat otak membutuhkan waktu 20 menit menyadari bahwa perut sudah kenyang. Pastikan makan perlahan dan mengunyah dengan benar untuk memperpanjang waktu makan.

Sepiring Salad Sebelum Makan
Makan salad sebelum makan makanan utama akan membuat cepat kenyang setelah makan.

Hindari Makan Di Malam Hari
Jika melewati waktu makan, ada kemungkinan akan makan berlebihan di waktu makan berikutnya. Makan dalam interval kecil (setiap 2 hingga 3 jam sekali) karena ini akan membantu tidak merasa terlalu lapar pada waktu makan. Juga, makan dengan porsi kecil tetapi sering akan membuat tubuh tetap aktif membakar beberapa kalori tambahan.

Piring Kecil
Saat menghabiskan makanan yang ada di piring, otak akan mengirimkan sinyal bahwa perut sudah kenyang. Jadi makan di piring yang lebih kecil akan memberi isyarat visual ke otak bahwa kita sudah kenyang dengan sepiring penuh makanan.

Ganti Buah Dibanding Jus
Buah yang masih utuh berisi air dan serat lebih banyak yang dapat membuat kita merasa lebih kenyang ketimbang memiliki buah yang sudah dijus.

High Fiber Food
Beberapa makanan tinggi serat akan memberikan rasa kenyang lebih cepat, meskipun memasok tubuh dengan kalori 20 persen lebih sedikit dari makanan serat rendah. Makanan tinggi serat contohnya biji-bijian seperti gandum, produk gandum, beras merah; buah-buahan seperti jeruk, apel, pir, jambu biji, lemon, jeruk, buah, buah delima; dan sayuran seperti bayam, brokoli, kubis, asparagus, paprika, wortel dan labu.

source : makanplus

ANTARA SEBUAH SENI DAN KEHARUSAN


Banyak manfaat di dalam parkour, satu kecil contohnya untuk membela diri menghindari perkelahian, tapi apakah selamanya kita menghindari perkelahian? jawaban gw "Tidak", karena bagi gw perkelahian tidak bisa dihindari dalam kehidupan kita sehari-hari, baik dalam perkelahian rumah tangga atau perkelahian di jalanan, ada beberapa contoh perbedaan dalam perkelahian.. perkelahian rumah tangga yang harus kita hadapi tidak dengan kekerasan tapi untuk menyelesaikan masalahnya, ada perkelahian yang mematikan, ada perkelahian demi gengsi, ada perkelahian membela diri atau membela orang di jalan, pentingnya self defense atau beladiri bagi kehidupan kita sangatlah HARUS kalau bagi gw.

Mungkin kalian sekarang belum memikirkan memilih beladiri apa yang tepat buat kalian, tapi nanti suatu saat jika kalian dihadapkan dalam situasi tersebut pilihannya lari, karena ada bebrapa factor seperti contohnya, gw masih lemah, gw gak mau mati mending lebih memilih jalan aman/safety, gw gak bisa beladiri, tapi ada juga yang mempertaruhkan gengsinya dan lebih baik memilih berkelahi daripada kabur walaupun tidak bisa beladiri, mudah-mudahan kalian tidak dihadapi dalam situasi seperti ini ya :), percuma punya mental baja tapi tidak punya kemampuan ilmu beladiri, iya gak? Hehehe…

Sesuai dengan mottonya Parkour, “Be strong to be useful” dan ada banyak versi untuk kita berlomba-lomba kebaikan yang kuat untuk menolong yang lemah sesuai dengan karakter dan kemampuan kalian masing-masing, memang sih di parkour tidak diajarkan berkelahi.. justru kita meminimalisir perkelahian, kalau bisa kita hindari kenapa harus melawan? tapi sampai kapan kita menghindar? masa ada wanita di copet kita kabur menjauh? kenapa tidak mengejarnya? takut copetnya membawa senjata tajam? atau dia lebih jago dari kita? makanya kita harus bisa self defense untuk bisa menolong orang lain dalam keadaan apapun!

Bukannya gw memprovokasi untuk harus berkelahi, pilihlah beladiri yang tepat dan jangan sampai mematikan lawan kita, hanya untuk melumpuhkan sementara saja dengan menyerang bagian-bagian yang tidak membahayakan.

Kalau masih penasaran tentang bagaimana membela diri dengan apapun cari aja ebook dengan judul "how to assasinated with anything"

“I have to defend myself, my friend and to protect my family” SEMANGAT teman..!!

Minggu, 03 Juli 2011

7 Ways To Overcome Obstacles In Your Life


1. Imagine Your Life Without the Obstacle.
Experiencing the possibility of your life without the restriction can often provide enough energy to tackle the obstacle. “What if you DID have the (time, money, resources, partner)? Then what?”

2. Consider What Worked In Your Past.
Explore what you did in similar station situations. When you actively reflect on your past successes, you build integrity, courage, and confidence. You may even find the answer (or at least understand to the next steps you need to take to get there). “Remember when you faced an obstacle like this before? What did you do to beat it?”

3. Brainstorm.
Spend 10 minutes writing / jotting down ideas on a piece of paper (or type if you prefer). Use a timer and don’t stop writing until the alarm sounds. Use questions to frame your brainstorming, such as: “A list of options that I can use to overcome this obstacle.” Or “What resources do I need to overcome this obstacle and where can I get them?”

4. Take Your Obstacles Outside of Yourself.
Internal obstacles have the most power over us when we keep them inside, unexamined and not understood. When you bring them out, name them, and talk about them with others they lose much of their power. “What’s the worst thing that could happen? If that did happen, what would you do about it?”

5. Use Your Fear As A Tool.
One way to learn more about an obstacle is to intentionally do the thing you are afraid of in small doses and then track what happens inside as you do it. Often, you will find that the biggest obstacle was the story you’ve created around the obstacle, and not the obstacle itself. “What’s one thing you fear that you could engage just for a few minutes this week? After you face it, how do you feel? What’s happening for you?”

6.Create Possible Scenarios In Your Mind.
Sometimes we can’t imagine living without certain obstacles. We may cling to a risk aversion tactic that we think protects us, but actually causes us great loss. Or we may hang onto a response pattern that helped us cope in childhood, but doesn’t work at the office. It can be hard to even contemplate letting go of a deep-seated belief or an important safeguard. One way to work with this is to create imaginary scenarios that let you play with new ideas or beliefs without committing yourself to them. “Imagine that you can see into the future and nothing is going to happen that will eat into your financial reserves for the next five years. How would that change the ways that you spend your time and energy?”

7. Find The Reason For Doing What You Do.
Even if an idea or behavior seems irrational on the surface, it makes sense within the rationality of the person who chose it. If you can find the reason and bring it to the surface you can often change your behavior. “Consider one of your behaviors. What led you to doing it? What was the reasoning behind it?

Source : http://newbrightlife.com/

Rabu, 18 Mei 2011

Cardiopulmonary Resuscitation (CPR


Who need Superman when we can do CPR? Tidak ada maksud untuk menakut-nakuti, namun kecelakaan dapat terjadi dimana saja, kapan saja dan dapat menimpa siapa saja, walaupun orang tersebut kelihatan baik-baik saja pada awalnya. Untuk itu sebaiknya kita membekali diri dengan dasar-dasar pertolongan pertama untuk segala situasi. Siapa yang butuh Superman kalau ada seseorang yang terkena serangan jantung, sementara kita bisa melakukan CPR? Atau… bagaimana jika Superman sendiri malah terkena serangan jantung? (hehehe, sorry Mr. Kent…) J Why CPR? Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) mungkin merupakan dasar yang paling penting bagi pertolongan pertama untuk keselamatan jiwa seseorang. Pasalnya, banyak kasus kecelakaan yang membahayakan jiwa membutuhkan CPR sebagai permulaan usaha penyelamatannya. Kasus-kasus berbahaya seperti serangan jantung, pingsan, atau tenggelam, yang dapat menyebabkan terganggunya atau berhentinya nafas dan detak jantung seseorang, sangat memerlukan CPR. Prinsip utama CPR adalah untuk melancarkan peredaran darah yang mengandung oksigen agar dapat mengalir menuju otak dan organ vital lainnya sementara menunggu bantuan medis yang lebih profesional untuk mengembalikan kondisi detak jantung normal pada korban. Karena bila jantung berhenti berdetak, darah yang membawa oksigen akan berhenti sehingga menyebabkan kerusakan otak yang tidak dapat diperbaiki lagi. Dan itu dapat terjadi hanya dalam beberapa menit. Untuk mengakibatkan kematian, hanya diperlukan sekitar 8-10 menit. Apalagi jika kondisi korban dalam keadaan tidak bernafas. How? Pertama, pastikan apakah korban sadar atau tidak. Jika tidak, tepuk atau guncangkan badannya sambil menanyakan keadaannya dengan suara keras. Jika tidak ada respon, segera hubungi nomor darurat untuk pertolongan medis, atau mintalah bantuan orang lain untuk melakukannya. Bila terjadi pada anak-anak atau bayi, lakukan pertolongan sesegera mungkin terlebih dulu selama sekitar 2 menit, lalu hubungi gawat darurat. Atau minta seseorang untuk menghubungi bantuan sementara Anda segera melakukan usaha penyelamatan tersebut. Pada bayi, jangan mengguncangkannya. Tepuk dengan pelan atau belailah bayi tersebut untuk melihat responnya. Kedua, “Remember the ABCs” atau Ingatlah ABC: ü A à Airway = Saluran Udara ü B à Breath = Nafas ü C à Circulation = Sirkulasi darah AIRWAYS = Bersihkan saluran udara 1. Tempatkan korban di permukaan yang datar dan keras. 2. Berlutut di samping korban, buka saluran udara korban dengan memiringkan kepalanya ke atas. Cara: tekan dahi korban, lalu perlahan, naikkan dagunya ke atas sehingga posisi kepala miring dan saluran nafasnya terbuka. 3. Pastikan tidak ada benda apapun yang menghalangi saluran udaranya. Jika ada, usahakan untuk menyingkirkan dulu benda/makanan tersebut. 4. Periksa nafasnya, kurang lebih 10 detik. Perhatikan gerakan dadanya, dengar dan rasakan nafas dari hidungnya melalui pipi atau telinga Anda. Bila nafas korban tidak normal, berhenti atau putus-putus, segera berikan bantuan pernafasan. >> Lanjut ke ‘B’ BREATH = Beri nafas bantuan 1. a. Mulut ke mulut > Jepit hidung korban b. Mulut ke hidung (bila mulut korban terluka) > Tutup mulut korban Untuk Bayi, gunakan mulut Anda untuk menutup kedua hidung dan mulut si bayi. 2. Berikan nafas bantuan pertama, sekitar sedetik, perhatikan apakah dadanya naik/mengembang. Jika ada, lakukan lagi. Jika belum naik, ulangi langkah memiringkan kepalanya dengan benar sekali lagi, lalu berikan lagi bantuan pernafasan. Pada anak-anak, berikan nafas bantuan yang lebih lembut/hati-hati. Pada bayi, gunakan dorongan udara perlahan menggunakan pipi Anda untuk memberi nafas bantuan. Jangan gunakan hembusan kuat yang berasal dari paru-paru. 3. Lakukan penekanan pada dada. >> Lanjut ke ‘C’ CIRCULATION = Kembalikan sirkulasi darah 1. Letakkan pangkal telapak tangan yang satu ke pertengahan dada korban, segaris dengan kedua putingnya. Letakkan tangan yang sebelah lagi di atas tangan tersebut. Pastikan kedua siku lurus dan posisi pundak tepat di atas kedua tangan Anda. 2. Gunakan berat badan tubuh bagian atas Anda (bukan hanya kekuatan tangan) untuk menekan lurus ke bawah sekitar 1 ½ - 2 inci, dengan keras dan cepat. Sekitar 2tekanan/detik atau 100 tekanan/menit. Lakukan 30 kali tekanan, lalu diikuti dengan dua kali hembusan nafas, berulang-ulang. Perhatian: &nb sp; Pada anak-anak, gunakan hanya tenaga satu tangan untuk menekan. Pada bayi, cukup gunakan kedua jari tangan untuk menekan dengan lembut tepat di bawah garis penghubung kedua puting bayi, yaitu di tengah-tengah dada, dan tekan sekitar 1/3 dari kedalaman dadanya. Tekanlah dengan cepat sambil menghitung, dengan kecepatan sekitar 100 kali/menit. 3. Lakukan terus CPR sampai ada tanda-tanda gerakan dari korban atau sampai bantuan tiba. (lc)

Be strong to be useful..!!

Minggu, 01 Mei 2011

Performa Olahraga pada Jam 11 malam


Untuk mereka yang sibuk bekerja & punya mobilitas tinggi, olahraga bisa jadi tinggal wacana semata. Sulit untuk merealisasikan jadwal. Pulang bekerja, waktu yg tersisa biasanya dipergunakan untuk bersantai dgn keluarga dan beristirahat. Kalaupun bisa berolahraga, waktu yg tepat bisa jadi kendala.

Akhir-akhir ini timbul pertanyaan, apakah tubuh letih orang yg baru selesai bekerja, bisa dibawa berolahraga? Penelitian hubungan antara tidur & olahraga yg dilakukan di Universitas South Carolina, Columbia, membuktikan olahraga yg dilakukan malam hari sama sekali tidak mengganggu pola tidur.

Shawn Youngstedt, sang peneliti, mengatakan olahraga yg dilakukan satu setengah jam sebelum tidur memang membuat suhu tubuh meningkat, namun tidak memengaruhi kebiasaan tidur seseorang. Sementara penelitian lain di Fred Hutchinson Cancer Research Center,
Tapi Shwan Youngstedt mengatakan, olahraga di malam hari pilihan yg tersisa bagi mereka yg punya kesibukan superpadat. Daripada tidak berolahraga, bukan? Berikut manfaat & masalah yg ditemui saat berolahraga di malam hari.

- Kebanyakan temperatur tubuh & hormon mengalami level puncak pukul 6 sore. Tapi biasanya dgn berolahraga minimal 3 jam setelah atau sebelum jam itu akan memberi daya tahan tubuh & pembangunan otot.
- Otot sudah hangat dan fleksibel.
- Melepas stres sehabis bekerja / sekolah.
- Riset menunjukan, fungsi paru-paru bekerja paling baik pukul 4-5 sore.
- Dapat mengurangi nafsu makan Anda saat malam hari.
Kerugian olahraga malam
- Banyak gangguan pikiran & pekerjaan.
- suhu yg lebih dingin.

Sebuah studi baru menemukan bahwa performa puncak sering terjadi pada malam hari sehingga atlit olah raga bukan daya tahan seperti renang dan lari jarak pendek dapat memperbaiki waktu mereka jika bersaing pada jam 11 malam. Studi yang baru dipublikasikan di Journal of Applied Physiology menemukan bahwa setiap orang mempunyai irama siklus atletik yang dikontrol di hipotalamus belakang otak dan berputar setiap 24 jam. Ritme alami membantu mengatur tingkah laku dan perubahan metabolik pada performa fisik. Saat penelitian ini menunjukkan waktu daya tahan puncak, studi lain menyarankan bahwa tubuh lebih prima untuk berolahraga pada sore dan malam hari.

Christopher Kline, peneliti pada Departement of Exercise Science di Universitas South Carolina mengatakan “Mayoritas ritme tingkah laku dan fisiologi dapat mempengaruhi puncak daya tahan. Tampaknya pertemuan puncak kedua ritme yang mendorong ritme daya tahan atletik.

Yang cukup menarik perhatian dari 25 perenang yang berpartisipasi dalam studi ini, kebanyakan melaporkan daya tahan terbaiknya pada pagi hari. Namun demikian, para peneliti mencurigai siklus lain seperti tidur, makan dan cahaya matahari, dapat menutupi ritme Sirkadian atletik seseorang. Setelah faktor-faktor tadi dihilangkan, perbedaan rata-rata antara daya tahan terbaik dan terjelek dari para perenang adalah 5,84 detik, yang tampaknya tidak terlalu besar, namun bagi atlet professional dapat berarti perbedaan antara mendapatkan medali emas saat Olimpiade dan pulang dengan tangan kosong. Juara pertama dan ketiga wanita yang berkompetisi di 200 meter gaya bebas Olimpiade 2004 hanya berbeda 0,42 detik.

Berdasarkan penemuan-penemuan studi ini, Kline mendorong para atlet agar lebih memperhatikan sistem Sirkadian mereka dan membuat penyesuaian jika bepergian melewati beberapa zona waktu.

Patrick O’Connor, Profesor dan Direktur Exercise Psychology laboratory di Universitas Georgia, telah melakukan penelitian serupa. Menurutnya, “Studi ini merupakan eksperimen terbaik yang ditujukan untuk menguji pengaruh ritme Sirkardian pada daya tahan karena telah menghilangkan beberapa kekacauan yang biasanya diabaikan sebelum penelitian.”

Dia dan Kline setuju bahwa penemuan ini tidak dapat diterapkan untuk olah raga daya tahan yang dapat meningkatkan suhu tubuh inti di luar suhu maksimum harian biasa. “Pada kegiatan jangka panjang seperti lari 10 km, telah dihipotesiskan bahwa peningkatkan suhu tubuh inti membatasi daya tahan,” dijelaskan oleh O’Connor.

Untuk olah raga lain dan aktivitas atletik rutin, Kline menyarankan agar latihan, training, dan olah raga pada malam hari dapat optimal dan menghasilkan ketaatan latihan lebih baik dan efek training lebih besar.

Jadi pada umumnya olahraga malam hari itu tidak berbahaya bagi kesehatan selagi kita tahu takaran dan batasannya untuk tubuh kita sendiri, sedikitnya diperlukan waktu tidur sebanyak 6-8 jam sehari. Dengan istirahat yang cukup, tubuh memiliki kesempatan untuk mengembalikan kondisi fisik menjadi lebih segar. Sel-sel tubuh yang rusak akan cepat diperbaiki, begitu juga secara mental. Sehingga, seseorang tidak akan mengalami stres akibat terlalu lelah.

Sumber : Prevention Indonesia

Jumat, 15 April 2011

Cara melangsingkan tubuh yang sehat


Ada banyak cara menurunkan berat badan, mulai dari bermacam metode diet, olahraga, operasi sedot lemak, tusuk jarum, sampai minum obat pelangsing. Manakah yang aman dan efektif ?

Merujuk pada badan kesehatan dunia, WHO, disebutkan bahwa penurunan berat badan yang baik tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi merupakan terapi jangka panjang. Yang dibutuhkan untuk mengurangi berat badan bukan sekadar mengurangi porsi makan, tetapi juga diperlukan bimbingan sebelum melakukan perubahan pola makan, disertai aktivitas fisik serta terapi perilaku.

Untuk mencari tahu cara pelangsingan mana yang sehat, aman, sekaligus efektif, bacalah uraian berikut sampai tuntas.

Sedot lemak
Cara membuang lemak yang kini sedang tren adalah operasi liposuction dan tummy-tuck. Operasi ini banyak dipilih karena berat badan bisa turun secara drastis tanpa perlu capek berolahraga dan melakukan diet, Tapi mengapa ya meski lemaknya sudah dibuang, badannya masih juga melar ?

Pada dasarnya liposuction adalah operasi untuk mengeluarkan lemak di bawah kulit, dan dilakukan untuk mencapai keserasian bentuk tubuh, bukan untuk menurunkan berat badan. Sedangkan tummy-tuck adalah proses pembuangan jaringan lemak yang berlebih dan kulit di atasnya untuk membentuk tubuh lebih estetis. Lemak yang dikurangi pun tak boleh lebih dari 3-5 kg sekali operasi

Menurut dokter spesialis gizi, dr.Johanes Chandrawinata, MND,SpGK, kedua jenis operasi tersebut biasa dilakukan dokter terhadap pasien yang memiliki tubuh bergelambir setelah berat badan tubuhnya susut. Jadi, menurunkan berat dulu baru dioperasi, bukan operasi untuk menurunkan berat karena setelah 3 bulan tubuh akan gemuk kembali.

Gastric binding & gastric by-pass
Tindakan ini dipilih jika dengan metode pelangsingan apa pun tidak berhasil. Gastric binding adalah pemasangan alat "pengikat lambung" yang menyebabkan kantung lambung lebih kecil sehingga kita tidak akan makan terlalu banyak karena tubuh lebih cepat merasa kenyang. Melalui tindakan ini berat badan dapat berkurang 35-60 persen dalam 12 bulan.

Berbeda dengan gastric binding yang bersifat sementara, gastric by-pass bersifat permanen, dokter akan membuat ’jalan’ penghubung antara pangkal lambung dengan usus halus sehingga makanan tidak melalui lambung namun langsung ke usus halus. Dengan gastric by-pass, berat badan dapat dikurangi sampai 80 persen. Untuk melakukan kedua jenis tindakan tersebut, pasien harus berusia di atas 35 tahun.

Akunpuntur
Sampai saat ini metode akunpuntur belum dapat dibuktikan secara ilmiah dapat menurunkan berat badan. Umumnya para pasien pun berhenti di tengah jalan karena tak kunjung mendapatkan berat ideal yang diharapkan.

Obat dan suplemen pelangsing
Sebelum percaya oleh iming-iming iklan, sebaiknya teliti lebih dahulu kandungan obat-obatan dan suplemen tersebut. Badan pengawasan obat dan makanan AS (FDA) bahkan melarang konsumsi suplemen pelangsing yang mengandung kandungan akftif E.sinica atau efedrin karena memiliki efek samping gejala psikiatrik, mengganggu saluran cerna serta membuat jantung berdebar-debar.

Meski menyebutkan mampu menurunkan kadar lemak, tak sedikit obat pelangsing yang hanya mampu mengurangi berat tubuh 1,2 kg selama 6-14 minggu, setara dengan diet redah kalori sebesar 1250/hari pada kurun waktu 0.5 minggu tanpa obat apa pun.

Diet popular
Diet popular sering disebut sebagai "Fad Diets", memiliki karateristik antara lain ; menjanjikan penurunan badan yang cepat, dapat menyembuhkan berbagai penyakit, menganjurkan penggunaan suplemen, makan berdasarkan waktu tertentu, membatasi atau melarang makanan tertentu dan hanya untuk jangka pandang.

Yang dapat digolongkan ke dalam fad diets misalnya diet rendah karbohidrat, food combining, diet berdasar golongan darah, mayo clinic diet. Karena banyaknya larangan untuk memakan jenis makanan tertentu, biasanya kebutuhan tubuh akan gizi tidak terpenuhi karena kekurangan vitamin, zat besi, serta serat.

Dari segi ilmu gizi, setiap waktu makan (pagi, siang dan malam) dianjurkan memakan makanan yang bervariasi dalam jumlah seimbang, karena tubuh membutuhkan berbagai macam zat gizi sekaligus.

Menurunkan berat badan secara sehat
Meskipun belum ada jawaban pasti diet mana yang paling tepat untuk menurunkan berat badan, namun dr. Johanes merekomendasikan pola diet yang dilakukan oleh National Weight Control Registry (NWCR) di AS. NWCR adalah kumpulan data orang (ada 4000 orang) yang telah berhasil menurunkan berat badan lebih dari 13 kg dan tetap bertahan selama lebih dari 5 tahun.

Karateristik pola makannya adalah rendah lemak (24 persen asupan kalori), asupan karbohidrat cukup tinggi, rendah kalori (1300-1500 kcal/hari). Karena kita tidak mungkin mengetahui berapa kalori yang dikandung dalam makanan, dr.Johanes menyarankan untuk mengurangi asupan lebih kecil dari porsi biasa.

"Untuk mengurangi 500 kalori setiap hari mudah kok, misalnya jika makan gado-gado, kurangi bumbu kacang dan kerupuknya, lebih memilih nasi putih daripada nasi goreng, dan sebagainya", saran dokter yang yang berpraktek di RS. St.Boromeus, Bandung ini.

Dijelaskan oleh dr.Johanes, mayoritas anggota yang terdaftar dalam NWCR melakukan makan pagi secara rutin, memantau berat badan sendiri secara berkala serta melakukan olahraga. Dengan pola makan rendah lemak rendah kalori seperti ini telah terbukti mampu menurunkan berat badan lebih dari 13 kg dan bisa dipertahankan lebih dari 5 tahun.
cek BMI (Body Mass Index) anda untuk berat badan Ideal di : http://www.nhlbisupport.com/bmi/bmi-m.htm

Senin, 21 Maret 2011

Earth Hour 2011 telah datang


Tidak terasa 1 tahun telah berlalu dan sedikit flashback di Earth Hour 2010 saya masih ingat sekali pada 27 Maret 2010 jam 20.30 berkumpul bersama komunitas-komunitas, artis, penyanyi dan semua orang yang peduli terhadap lingkungan dengan lokasi pada waktu itu di Monas, saya serta teman-teman mewakili dari komunitas Parkour ikut berpartisipasi dan peduli juga akan sebuah perubahan terhadap lingkungan supaya dapat mengatasi perubahan iklim pada planet tempat kita tinggal.

Saya telah menekuni Parkour kurang lebih sekitar 4 tahunan, dari Parkour saya banyak belajar hal yang positif seperti di ajarkan untuk disiplin, cinta terhadap lingkungan dan masih banyak lagi unsur-unsur positif lainnya, Saya telah banyak membaca artikel tentang sejarah dan filosofi Parkour didalamnya dan sampai saat ini masih tertanam di hati saya, apakah Parkour ada hubungannya dengan Earth Hour? seperti yang telah saya katakan tadi Parkour mengajarkan untuk selalu cinta terhadap lingkungan tempat kita tinggal yaitu bumi kita tercinta, kali ini Earth Hour 2011 hampir tiba, inilah kesempatan bagi saya dan komunitas kami untuk menegaskan bahwa partisipasi di Earth Hour adalah sebuah dukungan untuk aksi memerangi perubahan iklim tersebut.

Earth Hour adalah merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Tabung Alam Sedunia WWF, disambut pada hari Sabtu terakhir pada bulan Maret untuk mematikan lampu yang tidak digunakan dan peralatan elektrik yang tidak digunakan selama satu jam untuk membangkitkan kesadaran atas perubahan iklim. Earth Hour harus bersifat optimis dan mendorong kita bahwa kita bisa melakukannya.

Karena saya hobi berlari dan saya selalu mempertahankan gaya hidup sehat ala saya sendiri, gaya hidup ramah lingkungan yang selalu saya jalani setiap harinya seperti mengurangi untuk menggunakan kendaraan bermotor jika jarak yang di tempuh masih bisa di capai oleh jalan kaki atau lari, bayangkan kalau semua orang mengurangi pemakaian kendaraan bermotor, itu sama saja kita sudah berusaha mengurangi dampak pembakaran bahan bakar fosil dan itu juga akan menyehatkan jantung kita jika sering berjalan kaki, minum selalu bawa air dan botol plastik ramah lingkungan dari rumah untuk mengurangi dampak botol –botol plastik bekas, selalu mematikan peralatan listrik apa yang sekiranya tidak dipakai, membeli produk-produk rumah tangga yang ramah terhadap lingkungan dan bawa tas sendiri untuk berbelanja ke supermarket, kalau saya selalu membawa tas “Go Green” kemanapun saya belanja, supaya mengurangi sampah atau produksi plastik bag pada saat kita berbelanja di supermarket, anda pasti sudah tahu kalau dampak negatif sampah plastik tidak sebesar fungsinya. Butuh waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna.

Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah. Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakarannya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Oleh karena itu alasan saya kenapa tidak menggunakan plastik bag.

Di Earth Hour kali ini hari Sabtu tanggal 26 Maret 2011 berlokasi di bundaran Hotel Indonesia kami akan menunjukan tindakan sederhana kepada dunia dalam memerangi perubahan iklim, kegiatan simbolis ini adalah gambaran tindakan global yang signifikan untuk mendorong individu, kalangan bisnis, pemerintah, dan komunitas untuk mengambil langkah-langkah mengurangi emisi secara berkelanjutan.

Pada hari Sabtu nanti tanggal 26 Maret 2011 jam 20.30pm – 21.30pm di harapkan semua warga dunia khususnya Indonesia untuk mematikan lampu mereka selama satu jam, WWF Indonesia menyatakan jika 10 persen penduduk Jakarta mendukung Earth Hour maka bisa hemat listrik 300 Megawatt, bisa mematikan satu pembangkit listrik, hemat 267 ton karbondioksida, dan hemat lebih dari 267 pohon, dan oksigen untuk lebih dari 535 orang.

Hanya beberapa hari lagi menuju Earth Hour 2011, dengan terbatasnya waktu hal ini penting diingat bahwa kita harus menyampaikan pesan Earth Hour secara cepat dan efektif sebanyak mungkin ke orang-orang, saya sendiri tidak akan berhenti menyebarkan pesan Earth Hour di social media kepada semua orang sampai saatnya tiba, sekarang saatnya untuk menunjukan dimana kita berdiri dan bergabung dalam revolusi iklim global.

Earth Hour bukan hanya tentang mematikan lampu selama satu jam setiap tahunnya pada bulan Maret, tapi juga memberi pendidikan tentang dampak-dampak pemanasan global dan mendorong perubahan tingkah laku kita semua untuk lebih disiplin dalam menghemat energi setiap harinya.

Saya dan komunitas Parkour Indonesia akan tetap mendukung Earth Hour setiap tahunnya dan selalu peduli terhadap lingkungan serta hidup hemat energi setiap hari untuk masa depan anak cucu kita nantinya yang lebih baik, itulah kenapa saya tertarik untuk selalu menyerukan Go Earth Hour..!!!

Kamis, 17 Februari 2011

10 kekuatan yang dimiliki manusia


Tak cukup hanya menjadi baik, karena kita harus berusaha untuk selalu lebih baik dari sebelumnya. Terus belajar dan segera menjalankan langkah-langkah perbaikan adalah cara untuk selalu lebih baik. Belajar tak harus selalu dari bangku sekolah elit atau buku-buku mahal, melainkan belajar dari kehidupan sehari-hari, pengalaman diri sendiri maupun orang lain, dan lain sebagainya.

Seorang pakar perang dan kemiliteran ternama pada masa San Guo (Sam Kok) di jaman Tiongkok Purba, Zhuge Liang alias Kong Ming gemar membaca, dan menguasai bermacam ilmu pengetahuan diantaranya ilmu geologi, sejarah, sampai strategi perang. Di usia 27 tahun ia diangkat Raja Shu (Liu Bei) sebagai penasehat kerajaan. Selama menjadi penasehat, Zhuge Liang pernah menulis sebuah surat kepada anaknya. Isi surat yang ditulis 1.800 tahun yang lalu itu sarat dengan dengan kebijakan yang tak lekang oleh waktu dan perubahan, diantaranya berisi tentang 10 kekuatan manusia, yaitu;

1. Kekuatan Keheningan

Keheningan membantu kita menenangkan diri untuk menjernihkan pikiran. Ia menjelaskan bahwa suasana hening membantu kita melakukan introspeksi diri, mengevaluasi segala tindakan, dan menumbuhkan tekad untuk memperbaiki diri. Ia juga menegaskan bahwa kunci keberhasilan dalam belajar adalah keheningan, sebab dalam keheningan kita dapat menelusuri apa sebenarnya visi dan misi hidup kita.

2. Kekuatan Hidup Hemat

Zhuge Liang memberikan petunjuk bahwa hidup bersahaja akan menyelamatkan diri kita agar tidak diperbudak oleh materi. Hidup sederhana menurut sang penasehat ini membentuk diri kita menjadi manusia yang lebih bermoral. Jangan terseret dalam pola hidup boros, sebab pola hidup boros suatu saat dapat mengubur kita kedalam tumpukan hutang dan puing-puing kehancuran.

3. Kekuatan Membuat Perencanaan

Dalam surat-surat itu Zhuge Liang menegaskan tentang pentingnya merencanakan hidup. Fail to plan means plan to fail – Gagal merencanakan berarti merencanakan untuk gagal. Dengan melakukan perencanaan yang baik, maka kita akan dapat menempatkan prioritas dengan baik pula. Sebaliknya, tanpa perencanaan yang baik akan selalu membuat kita gagal menyelesaikan apapun yang kita kerjakan.

4. Kekuatan Belajar

Zhuge Liang dalam suratnya menyebutkan bahwa keheningan memaksimalkan pencapaian hasil dari tujuan belajar. Ia meyakini bahwa kemampuan manusia bukan berasal dari pembawaan sejak lahir, melainkan merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dilakukan dengan konsisten. Oleh sebab itu ia menyarankan agar kita tak pernah berhenti belajar sampai kapanpun. Sementara dalam proses pembelajaran, kerendahan hati akan sangat membantu kita menyerap dengan mudah ilmu pengetahuan yang dibutuhkan.

5. Kekuatan Nilai Tambah

Nasehatnya ini menekankan kita agar lebih banyak memberi, karena hal itu akan membuat kita lebih banyak menerima. Oleh sebab itu kita harus berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik untuk orang lain, diantaranya kepada keluarga, kerabat, teman, konsumen, mitra bisnis, dan lain sebagainya. Bila kita mampu memberikan sesuatu yang ekstra atau nilai tambah terhadap apa yang dibutuhkan orang lain, tentu saja mereka akan senang, merasa tersanjung dan terpesona. Tak heran jika selanjutnya mereka ingin selalu menjalin hubungan yang menguntungkan bagi Anda.

6. Kekuatan Kecepatan

Beliau menesehat anaknya agar tidak menunda-nunda pekerjaan karena penundaan artinya menghambat usaha kita mencapai visi dan misi secepat mungkin. Ia menandaskan agar kita menjalankan segala sesuatu dengan efektif dan efisien waktu. Dalam hal ini sangat dibutuhkan kemampuan memanajemen waktu. Jika perlu, satu hal dilakukan bersama-sama dengan tim agar lebih cepat terselesaikan, “Alone we can do so little; together we can do so much. – Sendiri kita menyelesaikan sedikit pekerjaan; bersama kita kerjakan sangat banyak pekerjaan,” kata Hellen Keller.

7. Kekuatan Karakter

Zhuge Liang menasehati anaknya agar membiasakan diri tidak bersikap tergesa-gesa, sebab segala sesuatu memerlukan proses. Kehati-hatian dalam bersikap dapat membentuk sebuah karakter yang utuh. Dalam pepatah bangsa Tionghoa dikatakan, “Diperlukan waktu hanya sepuluh tahun untuk menanam dan memelihara sebatang pohon, tapi memerlukan waktu paling sedikit 100 tahun untuk membentuk sebuah watak yang utuh.”

8. Kekuatan Waktu

Dalam suratnya Zhuge Liang menginginkan anaknya menghargai waktu. Sebab waktu berlalu sangat cepat, tak jarang ikut mengikis semangat dan cita-cita kita. Oleh sebab itu manajemen waktu dengan baik, jangan pernah menyia-nyiakan waktu dengan melakukan aktifitas yang kurang bermanfaat.

9. Kekuatan Imaginasi

Zhuge Liang memberikan nasehat supaya kita berpikir jauh ke depan, agar kita tidak tertinggal oleh jaman yang terus berkembang. Imajinasi tentang masa depan dikatakannya lebih kuat dari pengetahuan. Hal ini juga pernah diucapkan oleh Albert Einstein, “Imagination is everything. It is the preview of life’s coming attractions. – Imajinasi adalah segalanya. Imajinasi adalah penarik realitas yang akan datang.”

10. Kekuatan Kesederhaan

Sang penasehat ini mencontohkan kekuatan kesederhanaan dalam setiap surat-suratnya yang singkat dan mudah dimengerti tetapi sarat tuntunan hidup positif. Tidak ada teori atau tuntunan hidup yang muluk-muluk, melainkan kebijaksanaan hidup yang sederhana. Begitupun jika kita ingin menghasilkan prestasi hidup yang luar biasa, tak perlu menggunakan teori yang rumit. Sekalipun tindakan atau langkah-langkah yang kita lakukan sederhana tetapi jika dilakukan dengan konsisten maka kita akan mudah meraih visi dan misi. “Success is the sum of small efforts, repeated day in and day out. – Sukses merupakan kumpulan dari tindakan-tindakan sederhana, diulang terus setiap hari.” Kata Robert Collier, penulis buku terlaris.

Itulah beberapa inti pesan dalam surat-surat Zhuge Liang, yang ditujukan untuk anaknya agar ia mampu berpikir, bersikap dan bertindak lebih baik dari hari ke hari. Kita dapat menyerap pemikirannya untuk menjadi yang terbaik. Jika kita berhasil melakukan yang terbaik artinya kita akan semakin dekat dengan kehidupan yang kita inginkan, kehidupan yang indah.

Minggu, 02 Januari 2011

Otot Wanita dan Pria berbeda

Wanita memiliki kepadatan otot atau jumlah serat otot yang lebih sedikit daripada pria, namun kualitas serat otot wanita sama dengan pria. Dengan menjalani program latihan, hipertropi (pembesaran) otot pada wanita tak akan sama dengan laki-laki. Hal ini dikarenakan kadar hormon testosteron (hormon anabolik yang memegang peranan dalam pembangunan otot) pada pria 10 kali lebih besar dari wanita.

Peningkatan kualitas dan kekuatan otot pada wanita tetap ada. Namun hipertropi otot yang terjadi sangat kecil. Ketakutan wanita menjadi besar karena latihan fisik adalah tak beralasan, karena secara normal wanita tidak mungkin besar seperti pria.
Masukannya adalah bagaimana untuk memperkuat tulang dan membentuk tubuh yang padat? Yaitu dengan cara melakukan olahraga beban semisal angkat berat, tapi karena di parkour tidak menggunakan beban untuk latihan jadi urungkan niat angkat beban tersebut, yang kita pakai disini adalah istilah Body weight atau latihan dengan beban diri kita sendiri, Banyak penelitian telah membuktikan bahwa latihan dengan beban sangat bermanfaat untuk mencegah osteoporosis, meningkatkan kekuatan otot, dan menyehatkan tubuh secara keseluruhan. Bila dilakukan dengan benar.
Latihan beban secara individual disusun atas 3 macam hasil yang dituju yaitu :

1. MENGENCANGKAN OTOT (mengaktifkan otot)
2. PEMBENTUKAN TUBUH (membesarkan otot dan membentuk tubuh)
3. LATIHAN KEKUATAN (untuk meningkatkan tenaga kita secara berarti)

Sekali lagi di parkour kita bisa latih otot kita dengan body weight, semoga bermanfaat dan tetap SEMANGAT..!!

Pegal2 pada saat baru latihan atau berolahraga?

Masalah timbul bagi pemula dalam melakukan latihan adalah rasa pegal-pegal akan terasa di minggu-minggu pertama kita berlatih. Hal ini terjadi karena beberapa hal:

1. Terjadi robekan-robekan halus pada serabut otot akibat latihan. Kerusakan ini akan segera dipulihkan secara otomatis oleh tubuh kita dengan menggunakan bahan pembangun tubuh berupa protein yang kita konsumsi.

2. Terjadi penimbunan asam laktat di otot hasil dari latihan. Asam laktat ini akan diangkat oleh darah secara perlahan-lahan.

3. Karena baru pertama kali berlatih, tubuh kita belum mempunyai protein pelindung. Seiring dengan bertambahnya waktu, maka protein ini akan dibentuk di sekitar sel otot tubuh kita sehingga kita beradaptasi dan tidak lagi merasa sakit apabila berlatih.

4. Apabila kita merasakan nyeri ringan saat berlatih, segerahlah berhenti berlatih dan jangan dipaksakan. Demikian pula apabila kita ingin berlatih tetapi otot yang akan kita latih terasa pegal akibat latihan sebelumnya, maka sebaiknya otot tersebut tidak dilatih dulu. Kita dapat menggantinya dengan melatih otot lain atau tidak berlatih dulu untuk hari itu sampai tubuh kita kembali pulih.
Apabila terdapat rasa nyeri yang tajam, kita perlu waspada apakah terjadi cedera pada otot atau jaringan pengikat tubuh kita, terutama apabila kita melakukan gerakan yang salah atau kurang pemanasan, segeralah periksa ke dokter jika merasakan nyeri pada jaringan sendi atau otot.

semoga bermanfaat dan tetap SEMANGAT..!!

Selasa, 21 Desember 2010

Happy Mothers Day


My mom and my little brothers at Borobudur
M-O-T-H-E-R
"M" is for the million things she gave me,
"O" means only that she's growing old,
"T" is for the tears she shed to save me,
"H" is for her heart of purest gold;
"E" is for her eyes, with love-light shining,
"R" means right, and right she'll always be,
Put them all together, they spell "MOTHER,"

Selasa, 07 Desember 2010

STOP DREAMING START ACTION


Tersirat mengandung makna semangat, dan ajakan untuk melawan sesuatu dengan jalan berhenti hanya bermimpi, segera memulai suatu tindakan nyata. Sisi lain juga mengandung bentuk perlawanan terhadap keterbelakangan, kemunduran, kemalasan dalam berlatih, kegagalan dan sebagainya.
Kita memiliki petuah agung yang diwariskan para leluhur dan pejuang-pejuang kita saat meraih kemerdekaan demi harkat dan martabat bangsa ini dengan semboyan “rawe-rawe rantas malang-malang putung” yang dapat dimaknai dengan arti menghadapi dan melawan segala halangan dan rintangan menjadi sebuah tantangan dengan penuh totalitas.
STOP DREAMING START ACTION, merupakan sebuah sikap pergerakan yang menjadi bagian dalam rangka merevolusi diri dari apa yang dicita-citakan dalam kehidupan. Termasuk sebuah ajakan, semangat dan perlawanan terhadap mimpi. Be positive thinking now !!!..
Petuah agung “rawe-rawe rantas malang-malang putung” menegaskan kepada kita bahwa tantangan dalam bentuk rintangan dan halangan merupakan sesuatu yang selalu ada dimanapun, dalam bentuk apapun dan kapanpun, hal ini bersifat natural adanya dalam kehidupan manusia. Semua yang ada tersebut bukan untuk menjadikan kita berhenti dan mundur, melainkan bagaimana kita secara cerdas mampu menempatkan diri dalam menghadapi situasi tersebut dan menaklukannya. Dalam hal ini jelas bahwa sikap STOP DREAMING START ACTION layak dijadikan sebuah pilihan agar dapat meraih sukses dalam kehidupan ini.
Dengan menghadapi segala macam bentuk tantangan, melawan rintangan dan menaklukkan halangan bukanlah sekedar kata-kata motivasi. Pada kondisi tertentu hal ini wajib dilakukan, yaitu pada saat kita melakukan sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan kita. Oleh karena itu hentikan mimpi mulailah bertindak.
Menempatkan diri kita pada “point of no return”, titik dimana kita tidak boleh mundur ataupun berbalik arah (jangan kalah oleh keadaan). Apapun alasannya, hentikan mimpi mulai tindakan, lawan rintangan, taklukan halangan, jadilah pemenang dalam melawan diri sendiri. Satu hal yang perlu diingat bahwa satu tindakan memberikan kekuatan pada tindakan lainnya, jangan ragu untuk bertindak juga.
Inilah yang disebut sebagai ”The Power of Action”. Sekali lagi jangan hanya jadi penonton, jangan hanya jadi pemimpi, lakukan hal ini dalam segala bidang kehidupan, terutama potensi dan keahlian yang anda miliki (arti positif). Semoga note ini menjadi inspirasi dan motivasi buat yang membacanya, sekali lagi mari kita berlatih bersama untuk kemajuan bersama juga tentunya. SEMANGAT..!!
terinpirasi oleh : rintangan2 dalam kehidupan yang baru saja telah gw lewati. God bless me.